IFBC BSD 2026 Perluas Pilihan Waralaba di Luar Kuliner
Lebih dari 200 merek hadir di IFBC BSD 2026, memperlihatkan pilihan kemitraan dari laundry hingga pendidikan dan perawatan kendaraan.
Diterbitkan

Komunitas waralaba dan kemitraan Indonesia menawarkan pilihan usaha yang semakin beragam di luar makanan dan minuman. Perkembangan ini terlihat dalam Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 6–8 November 2026, yang diikuti lebih dari 200 merek dari berbagai bidang usaha.
Pilihan kemitraan meluas di IFBC BSD
Pameran yang diselenggarakan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama PT Neo Expo Promosindo tersebut mempertemukan penawaran usaha kuliner dengan beragam konsep jasa. Menurut laporan Tribunnews pada 7 November 2026, bidang yang hadir mencakup kesehatan, kecantikan, pendidikan, otomotif, properti, hingga layanan pendukung bisnis.
Keragaman peserta menjadi sisi penting penyelenggaraan IFBC di BSD kali ini. Pengunjung tidak hanya diperkenalkan pada produk untuk dijual kembali, tetapi juga pada pilihan usaha yang bertumpu pada layanan. Kehadiran berbagai kategori tersebut memperluas bahan perbandingan bagi calon mitra sebelum menentukan konsep usaha yang ingin dipelajari lebih lanjut.
Jumlah lebih dari 200 merek itu merupakan cakupan peserta pameran dari berbagai bidang, bukan jumlah merek nonkuliner saja. Angka tersebut juga perlu dibaca sebagai gambaran keragaman penawaran di acara, bukan ukuran jumlah gerai baru atau kemitraan yang telah disepakati.
Bagi komunitas waralaba, pameran ini memperlihatkan bahwa pembicaraan mengenai pengembangan jaringan tidak terbatas pada restoran dan minuman. Usaha berbasis jasa turut hadir dalam ruang pertemuan antara pemilik merek, calon mitra, dan pelaku usaha yang sedang mempertimbangkan pengembangan bisnis.
Laundry menjadi salah satu pilihan nonkuliner
Laundry komersial termasuk bidang yang menonjol dalam keragaman peserta. Sejumlah merek yang hadir adalah Maytag, Speed Queen, LG Commercial Laundry, Laundry Mandiri, Maxpress Laundromat, dan Netto Laundromat. Kehadiran nama-nama tersebut menambah pilihan bagi pengunjung yang ingin mengenal usaha layanan pencucian.
Di luar laundry, penawaran kesehatan dan kecantikan mencakup apotek, klinik kecantikan, kosmetik, serta perawatan diri. Sementara itu, pendidikan dan perawatan kendaraan menambah ragam kebutuhan pelanggan yang menjadi sasaran konsep usaha di pameran tersebut.
Masing-masing kategori sebaiknya dipelajari secara terpisah. Calon mitra dapat menggunakan pertemuan dengan peserta untuk menanyakan bentuk kerja sama yang ditawarkan, pembagian tanggung jawab, dan dukungan operasional. Kehadiran dalam satu pameran tidak sebaiknya dianggap berarti semua merek menggunakan pola kemitraan atau persyaratan yang sama.
Untuk usaha jasa, pertanyaan praktis dapat diarahkan pada kebutuhan peralatan, kesiapan tenaga kerja, pelatihan, serta pengawasan kualitas layanan. Langkah ini membantu calon mitra menilai kecocokan konsep dengan kemampuan pengelolaan mereka, bukan sekadar ketertarikan terhadap nama merek atau tampilan stan.
Kuliner tetap menjadi kategori besar
Meski pilihan nonkuliner semakin beragam, makanan dan minuman masih menjadi salah satu kategori terbesar di IFBC 2026. Usaha kopi, minuman kekinian, restoran, makanan cepat saji, hingga kuliner tradisional menawarkan model kemitraan dengan kebutuhan investasi yang beragam.
Dengan demikian, cerita utama pameran ini bukanlah pergeseran yang menyingkirkan kuliner. Yang terlihat adalah bertambah luasnya pilihan usaha berdampingan dengan kategori makanan dan minuman yang tetap memiliki kehadiran besar.
Keragaman itu memberi kesempatan kepada pengunjung untuk menyusun daftar pembanding lintas kategori. Namun, perbandingan sebaiknya tidak berhenti pada besaran investasi awal. Kebutuhan lokasi, keterlibatan pemilik dalam kegiatan harian, dan dukungan dari penyedia kemitraan layak menjadi pertanyaan sebelum calon mitra mengambil keputusan.
Calon mitra juga sebaiknya meminta rincian penawaran tertulis. Dengan cara itu, informasi dari beberapa peserta dapat ditelaah kembali setelah kunjungan, tanpa harus menyamakan karakter bisnis kuliner dengan layanan laundry, pendidikan, atau perawatan kendaraan.
Seminar melengkapi penawaran usaha
IFBC 2026 juga menghadirkan seminar dan diskusi pengembangan komunitas waralaba. Materinya mencakup perlindungan kekayaan intelektual, strategi pengelolaan bisnis waralaba, serta pengembangan UMKM melalui sistem waralaba.
Salah satu agenda membahas peningkatan skala UMKM melalui model waralaba. Diskusi juga mengangkat strategi pengembangan bisnis lokal agar mampu memperluas jangkauan pasar. Agenda ini melengkapi kegiatan pameran dengan pembahasan mengenai kesiapan usaha, bukan hanya pengenalan peluang kemitraan.
Bagi pemilik usaha, materi tersebut dapat menjadi daftar awal untuk meninjau kesiapan sebelum menawarkan kerja sama. Bagi calon mitra, pembahasan pengelolaan dan perlindungan kekayaan intelektual dapat membantu menyusun pertanyaan yang lebih terarah kepada pemilik merek.
Langkah praktis: pilih beberapa konsep yang sesuai kemampuan, minta rincian investasi dan dukungan operasional secara tertulis, lalu pelajari bentuk kerja samanya sebelum membuat komitmen. Banyaknya pilihan di IFBC paling bermanfaat jika diikuti pemeriksaan yang cermat.



