Mengatur Pengalihan Kepemilikan Gerai Waralaba
Siapkan aturan pengalihan kepemilikan gerai sejak awal agar pergantian mitra tidak mengganggu layanan, pembayaran, dan hubungan waralaba.
Diterbitkan

Saat menyiapkan bisnis untuk diwaralabakan, pemilik sering membayangkan mitra pertama akan mengelola gerai sampai kontrak berakhir. Kenyataannya, mitra bisa menjual usaha, mengganti pemegang saham, atau menyerahkan pengelolaan kepada keluarga. Aturan pengalihan kepemilikan perlu disiapkan sebelum menawarkan waralaba, bukan ketika pembeli gerai sudah datang. Dalam komunitas waralaba, kepastian ini membantu menjaga kesinambungan usaha sekaligus memperlakukan mitra secara adil.
1. Bedakan penjualan aset dan pengalihan hak waralaba
Istilah “jual gerai” dapat berarti beberapa transaksi yang berbeda. Masing-masing membutuhkan pemeriksaan tersendiri karena kepemilikan peralatan tidak otomatis memberikan hak memakai merek dan sistem bisnis.
Petakan sedikitnya empat kejadian berikut:
- Penjualan aset: peralatan, persediaan, dan perlengkapan berpindah pemilik, tetapi hak dalam perjanjian waralaba tidak otomatis ikut berpindah.
- Pengalihan perjanjian: pihak lain akan menggantikan penerima waralaba sebagai pemegang hak dan kewajiban.
- Perubahan pengendalian perusahaan: badan usaha penerima waralaba tetap sama, tetapi pihak yang mengendalikannya berubah.
- Pewarisan: kematian pemilik dapat menimbulkan perubahan kepemilikan atau kebutuhan pengelolaan sementara, bergantung pada bentuk usaha dan dokumen hukumnya.
Tentukan kejadian mana yang memerlukan pemberitahuan dan mana yang memerlukan persetujuan tertulis. Jangan menyamakan pergantian manajer dengan penjualan usaha. Namun, jangan pula membiarkan penjualan saham pengendali menjadi jalan untuk menghindari pemeriksaan calon pengelola baru.
2. Letakkan aturan dalam kerangka hukum yang tepat
Payung utama waralaba Indonesia adalah Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba, yang menggantikan PP Nomor 42 Tahun 2007. Karena itu, contoh kontrak yang hanya merujuk aturan lama perlu ditinjau kembali sebelum digunakan.
PP 35/2024 menetapkan bahwa perjanjian waralaba berlaku berdasarkan hukum Indonesia dan para pihak mempunyai kedudukan hukum setara. Materi minimum perjanjiannya mencakup kepemilikan, perubahan kepemilikan, dan hak ahli waris. Artinya, pengalihan bukan persoalan yang sebaiknya dibiarkan hanya sebagai kesepakatan lisan.
Untuk transaksi yang menghasilkan perjanjian waralaba dengan penerima baru, masukkan kewajiban penyampaian prospektus paling lambat 14 hari kalender sebelum penandatanganan ke dalam jadwal. Jangan menganggap pembelian gerai bekas menghapus kebutuhan pengungkapan kepada calon penerima baru.
Periksa pula konsekuensi perubahan tersebut terhadap Surat Tanda Pendaftaran Waralaba atau STPW dan perizinan usaha terkait. Pendaftaran atas nama pemilik lama tidak boleh diasumsikan otomatis mencakup pihak baru. Bentuk transaksi menentukan dokumen yang perlu disesuaikan; mintalah penasihat hukum menelaah perjanjian, dokumen perusahaan, serta kebutuhan administrasinya.
3. Buat proses persetujuan yang transparan
Klausul “pengalihan hanya boleh dengan persetujuan pemberi waralaba” belum cukup membantu pelaksanaan. Lengkapi dengan prosedur yang dapat diikuti tanpa bergantung pada keputusan mendadak pemilik merek.
Susun daftar dokumen permohonan: identitas calon pengganti, struktur kepemilikan, kemampuan pendanaan, rencana pengelolaan, bentuk transaksi, dan jadwal yang diusulkan. Minta informasi secukupnya untuk menilai kelayakan, bukan seluruh dokumen pribadi yang tidak relevan.
Gunakan kriteria persetujuan yang objektif, misalnya kemampuan membiayai operasional, kesediaan mengikuti pelatihan, dan kemampuan memenuhi kewajiban perjanjian. Kriteria ini merupakan rancangan tata kelola internal, bukan daftar persyaratan khusus yang seluruhnya ditetapkan undang-undang.
Tetapkan batas waktu tanggapan sejak berkas dinyatakan lengkap, siapa yang mengambil keputusan, serta cara menyampaikan alasan penolakan. Bila ada biaya pemeriksaan atau pelatihan ulang, jelaskan dasar dan penanggungnya sejak awal. Hindari biaya mendadak yang baru muncul setelah mitra menemukan pembeli.
Pisahkan persetujuan atas calon penerima dari persetujuan akhir transaksi. Calon dapat dinilai layak, tetapi serah terima tetap menunggu terpenuhinya seluruh syarat.
4. Pisahkan kewajiban lama dan kewajiban baru
Sebelum menyetujui perpindahan, buat daftar posisi kewajiban pada tanggal serah terima. Cakup royalti tertunggak, tagihan pemasok, sewa, persediaan, uang muka pelanggan, voucher yang belum digunakan, serta kewajiban terkait pekerja.
Jangan menganggap kesepakatan antara penjual dan pembeli otomatis mengikat pemberi sewa, pekerja, pemasok, atau pelanggan. Perubahan pihak dalam kontrak tertentu dapat membutuhkan persetujuan atau langkah hukum tersendiri.
Gunakan dokumen transaksi untuk memperjelas:
- siapa menanggung kewajiban sebelum dan setelah serah terima;
- kapan akses sistem, kas, serta persediaan diserahkan;
- bagaimana menangani keluhan atas transaksi sebelum perpindahan;
- apakah pihak lama dilepaskan dari kewajiban tertentu, dan oleh siapa.
Jika data pelanggan ikut dipindahkan atau diakses pengelola baru, tinjau dasar pemrosesan dan pengamanannya sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Jangan menyerahkan seluruh basis data hanya karena aset gerai sudah dibayar.
5. Jadikan serah terima sebagai titik kendali
Siapkan daftar pemeriksaan penutupan transaksi yang ditandatangani pihak terkait. Pastikan dokumen efektif, persetujuan yang diperlukan diperoleh, pelatihan selesai, dan hak akses lama dicabut sesuai jadwal. Catat persediaan, kondisi peralatan, serta transaksi pelanggan yang masih terbuka.
Misalnya, apabila pembeli meminta beroperasi sebelum dokumen selesai, jangan membiarkannya memakai akun pemilik lama sebagai jalan pintas. Tunda perpindahan kendali sampai dasar operasional dan tanggung jawabnya jelas.
Langkah praktis: sebelum merekrut mitra pertama, siapkan satu klausul pengalihan, satu formulir permohonan, dan satu daftar pemeriksaan serah terima. Uji ketiganya dengan skenario penjualan aset, perubahan pemegang saham pengendali, dan pewarisan bersama penasihat hukum.
Sumber
- Ubah Bisnis Jadi Penghasil Royalti: Panduan Urus Legalitas Bisnis ...
- Pahami Ketentuan Pendaftaran Franchise
- [PDF] PENGATURAN HUKUM TENTANG FRANCHISE DI INDONESIA
- PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
- PDF bahwa dalam yang - peraturan.go.id
- Analisis Hukum Franchise (Waralaba) di Indonesia
- Microsoft Word - Draft Pedoman pasal 50b.doc
- BAB III PENELUSURAN BAHAN HUKUM Berdasarkan ...



