LIS 2026 di ICE BSD Hubungkan Pelaku Usaha Laundry
Apique Group dan Expo Laundry menyiapkan LIS 2026 pada 13–14 November untuk mempertemukan pelaku usaha, pemasok, teknologi, dan komunitas.
Diterbitkan

Apique Group bersama Expo Laundry akan menggelar Laundry Innovation Summit (LIS) 2026 di ICE BSD City pada 13–14 November 2026. Forum ini menempatkan kolaborasi antara pemilik usaha, pemasok, penyedia teknologi, dan komunitas sebagai agenda utama, dengan sasaran membantu bisnis laundry membangun peluang pasar baru.
Mempertemukan Strategi dan Kebutuhan Operasional
Menurut laporan Kontan pada 22 Oktober 2026, LIS 2026 dirancang untuk mendorong pelaku usaha laundry bergerak melampaui kebiasaan mengikuti tren. Penyelenggara ingin mengarahkan pembahasan pada kemampuan menciptakan peluang melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan daya saing.
Tema acara menekankan pengembangan usaha melampaui layanan laundry itu sendiri, sementara subtemanya menyoroti pembentukan ekosistem yang saling terhubung untuk mendukung pertumbuhan nasional. Dalam konteks tersebut, keterhubungan bukan hanya menyangkut hubungan antarpemilik gerai, tetapi juga pihak yang menyediakan mesin, produk, teknologi, dan pengetahuan bisnis.
LIS 2026 menargetkan 350 peserta. Agenda yang disiapkan mencakup gelar wicara, seminar, pameran, serta jejaring bisnis. Angka tersebut merupakan target penyelenggaraan, bukan jumlah peserta yang telah hadir atau hasil akhir acara.
Bagi komunitas waralaba dan kemitraan yang mengikuti perkembangan layanan laundry, pokok pembahasan ini relevan sebagai bahan menilai dukungan operasional sebuah jaringan. Fokusnya tidak berhenti pada pembukaan tempat usaha, melainkan juga bagaimana hubungan dengan pemasok dan penyedia solusi dapat mendukung kegiatan sehari-hari.
Apique Membawa Jaringan Lebih dari 800 Mitra
Apique Group berfokus pada pengembangan bisnis laundry di Indonesia melalui edukasi, riset, dan inovasi strategi bisnis. Perusahaan tersebut memiliki ekosistem yang terdiri atas lebih dari 800 mitra laundry di seluruh Indonesia.
Dalam laporan Kontan, Apik menekankan perlunya menghubungkan ekosistem laundry dari hulu hingga hilir. Cakupannya meliputi pemilik usaha, pemasok, penyedia teknologi, dan komunitas. Tujuannya agar pelaku usaha tidak hanya memperhatikan operasional masing-masing, tetapi juga dapat menciptakan nilai tambah serta pertumbuhan berkelanjutan.
Jumlah mitra tersebut menggambarkan jangkauan ekosistem Apique, bukan jumlah peserta LIS 2026. Pembedaan ini penting agar skala jaringan perusahaan tidak disamakan dengan kapasitas atau capaian forum yang akan berlangsung pada November.
Untuk calon mitra usaha, pembahasan mengenai ekosistem dapat diterjemahkan menjadi pertanyaan yang lebih konkret: dukungan apa yang tersedia setelah usaha berjalan, bagaimana pengetahuan operasional dibagikan, serta siapa yang dapat membantu ketika kebutuhan mesin atau teknologi berubah. Pertanyaan tersebut dapat menjadi bekal berdiskusi, tanpa menganggap keanggotaan dalam jaringan otomatis menjamin keberhasilan usaha.
Terhubung dengan 300 Peserta Pameran Expo Laundry
Direktur Expo Laundry Teddy Halim menjelaskan bahwa kolaborasi ini mempertemukan pengetahuan dan strategi bisnis melalui LIS dengan produk, mesin, serta solusi dari 300 peserta pameran di Expo Laundry.
Dengan demikian, terdapat dua unsur yang dipertemukan: pembahasan mengenai arah pengembangan bisnis dan pilihan kebutuhan operasional. Angka 300 mengacu pada peserta pameran Expo Laundry, berbeda dari target 350 peserta LIS 2026.
Keterhubungan forum dengan pameran memberi konteks praktis bagi agenda edukasi. Peserta dapat menjadikan materi diskusi sebagai dasar menyusun pertanyaan ketika melihat produk atau berbicara dengan penyedia solusi. Sebaliknya, kebutuhan yang ditemukan saat meninjau pameran dapat menjadi bahan untuk memperdalam pembahasan strategi usaha.
Namun, pilihan produk sebaiknya tetap dinilai berdasarkan kebutuhan masing-masing usaha. Bagi pemilik laundry maupun calon mitra, hal yang perlu diperiksa dapat mencakup kesesuaian kapasitas, kebutuhan perawatan, layanan purnajual, dan kemampuan tim menggunakan teknologi. Ini merupakan langkah penilaian usaha, bukan klaim mengenai fasilitas atau jaminan yang diberikan penyelenggara.
Bekal Mengikuti Forum bagi Komunitas Waralaba
Rangkaian gelar wicara, seminar, pameran, dan jejaring bisnis dapat didekati dengan tujuan yang berbeda. Pemilik usaha yang sudah berjalan dapat memprioritaskan kendala operasional, sementara calon pelaku usaha dapat menggunakan forum untuk memahami hubungan antara investasi peralatan, dukungan pemasok, dan pengelolaan layanan.
Untuk anggota komunitas waralaba, pembahasan tentang kolaborasi juga dapat menjadi pengingat agar penilaian terhadap peluang kemitraan tidak hanya bertumpu pada nama merek. Dukungan pengetahuan, hubungan pasokan, dan kejelasan tanggung jawab perlu ditanyakan secara terpisah sebelum mengambil keputusan.
LIS 2026 masih merupakan agenda yang akan berlangsung. Target peserta dan tujuan kolaborasinya karena itu perlu dibaca sebagai rencana penyelenggara, bukan bukti hasil bisnis yang sudah tercapai.
Langkah praktis: sebelum datang, susun tiga kebutuhan usaha paling mendesak dan daftar pertanyaan untuk penyedia solusi. Gunakan forum untuk membandingkan dukungan serta kecocokan operasional, bukan langsung memutuskan pembelian atau kemitraan.
Sumber
- Eatsambel Perkuat Pasar Lewat Ritel Modern : Okezone Digital
- Strategi Bisnis Sarimelati Kencana (PZZA) Meracik Laba
- Indomaret Buka Lowongan Kerja Terbaru bagi Lulusan SMA dan Sarjana, Cek Penempatannya!
- Mendorong Transformasi Industri Laundry Lewat Forum ...
- Warkop Modern Ini Buka Cabang Ketiga di Tangerang, Bidik 10 Gerai pada Tahun Pertama |Republika Online
- Masih Ada Kesempatan Daftar Lowongan Kerja Alfamart 521 Posisi, Terima Mulai Tamatan SMA SMK
- Nasib Ratusan Gerai FORE - Investor Daily
- KATEGORI



