Kawan Lama Ungkap Alasan Beralih dari ACE Hardware ke AZKO
Kawan Lama menjelaskan pertimbangan mengakhiri waralaba ACE Hardware dan membangun AZKO setelah mengevaluasi persyaratan perpanjangan kerja sama.
Diterbitkan

Kawan Lama Group mengungkap pertimbangan di balik keputusan mengakhiri kerja sama waralaba ACE Hardware dan mengembangkan merek sendiri, AZKO. Penjelasan yang disampaikan Teresa di The Kasablanka Hall, Jakarta, Rabu (14/10/2026), menyoroti evaluasi perpanjangan kerja sama serta persyaratan baru dari pemilik merek sebagai bagian penting dalam keputusan tersebut.
Persyaratan perpanjangan menjadi pertimbangan
Dalam pemberitaan Kompas.com pada 15 Oktober 2026, Teresa menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak melanjutkan kerja sama waralaba bukan langkah yang mudah. Perusahaan telah lama menjalankan bisnis ritel dengan merek yang dikenal luas masyarakat, sehingga perubahan tersebut menyangkut identitas usaha yang selama ini digunakan.
Menurut penuturannya, perusahaan saat itu tengah mempertimbangkan perpanjangan kerja sama ke periode kedua. Pada tahap tersebut, terdapat sejumlah persyaratan baru dari pihak pemilik waralaba yang mengharuskan perusahaan melakukan berbagai perubahan. Persyaratan itulah yang ikut masuk dalam evaluasi mengenai kelanjutan hubungan bisnis.
“Keputusan untuk tidak melanjutkan kerja sama waralaba bukanlah hal yang mudah. Saat itu, perusahaan tengah memasuki masa pertimbangan untuk memperpanjang kerja sama ke periode kedua. Namun, ada sejumlah persyaratan baru dari pihak pemilik waralaba yang mengharuskan perusahaan melakukan berbagai perubahan,” ujar Teresa.
Pernyataan itu menempatkan keputusan Kawan Lama dalam konteks evaluasi kontrak dan arah pengembangan usaha. Fokus penjelasannya bukan sekadar penggantian nama, melainkan pilihan perusahaan setelah menimbang kelanjutan kerja sama dengan pemilik merek.
AZKO menjadi pilihan identitas sendiri
Setelah melakukan pertimbangan tersebut, Kawan Lama memilih membangun identitas melalui AZKO. Dengan demikian, arah yang diambil adalah melanjutkan bisnis menggunakan merek yang dibangun dan dikembangkan sendiri, alih-alih meneruskan kerja sama waralaba ACE Hardware.
“Setelah melalui pertimbangan tersebut, perusahaan akhirnya memutuskan untuk mengembangkan identitasnya sendiri melalui AZKO,” kata Teresa.
“Ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk melanjutkan bisnis dengan merek yang dibangun dan dikembangkan sendiri,” lanjutnya.
Dua pernyataan itu memperjelas tujuan yang disampaikan perusahaan: pengembangan identitas milik sendiri. Perubahan tersebut menandai peralihan penting bagi bisnis yang sebelumnya menggunakan merek waralaba yang telah dikenal konsumen.
Namun, pilihan membangun merek sendiri tidak serta-merta dapat dibaca sebagai ukuran keberhasilan bisnis. Penjelasan Teresa berfokus pada dasar pengambilan keputusan dan arah merek, bukan pada perbandingan hasil usaha antara ACE Hardware dan AZKO. Karena itu, alasan peralihan perlu dibedakan dari penilaian mengenai kinerja setelah perubahan.
Pelajaran tentang masa perpanjangan kerja sama
Bagi komunitas waralaba Indonesia, cerita Kawan Lama memberikan contoh bahwa masa perpanjangan merupakan titik evaluasi penting. Hubungan yang telah berlangsung lama tetap perlu ditinjau ketika ada persyaratan baru yang berpengaruh terhadap cara perusahaan melanjutkan bisnisnya.
Dalam kasus ini, Teresa secara khusus menyebut kewajiban melakukan berbagai perubahan sebagai bagian dari pertimbangan perusahaan. Hal tersebut menunjukkan pentingnya membaca perpanjangan sebagai keputusan bisnis tersendiri, bukan hanya kelanjutan administratif dari kesepakatan sebelumnya.
Sebagai langkah kehati-hatian, pelaku usaha yang menghadapi situasi serupa dapat memetakan perbedaan antara ketentuan lama dan tawaran baru. Peninjauan dapat diarahkan pada perubahan kewajiban, kesiapan pelaksanaan, serta kesesuaiannya dengan rencana jangka panjang. Ini merupakan bahan evaluasi, bukan kesimpulan bahwa setiap perubahan kontrak harus berujung pada penghentian kerja sama.
Pilihan Kawan Lama juga tidak berarti membangun merek sendiri selalu lebih tepat daripada mempertahankan waralaba. Keputusan yang dijelaskan Teresa berangkat dari pertimbangan perusahaan tersebut. Pelaku usaha lain perlu menilai kesepakatannya sendiri, tanpa menganggap langkah satu perusahaan sebagai pola yang harus diikuti.
Memisahkan keputusan merek dan kesiapan usaha
Peralihan dari ACE Hardware ke AZKO mempertemukan dua pertanyaan: apakah kerja sama akan dilanjutkan, dan identitas apa yang akan digunakan untuk meneruskan bisnis. Dalam penjelasan Teresa, jawaban perusahaan adalah tidak melanjutkan waralaba tersebut dan mengembangkan identitas sendiri.
Bagi calon maupun penerima waralaba, kedua pertanyaan itu sebaiknya dibahas sebelum masa perpanjangan tiba. Evaluasi kontrak membantu memperjelas kewajiban, sedangkan penilaian arah usaha membantu menentukan apakah hubungan tersebut masih sesuai dengan tujuan perusahaan. Keduanya tidak perlu menunggu munculnya keputusan untuk berganti merek.
Inti praktisnya: gunakan masa perpanjangan untuk menilai kembali seluruh persyaratan dan kesiapan usaha. Cerita Kawan Lama mengingatkan komunitas waralaba bahwa kelanjutan kerja sama perlu diputuskan melalui pertimbangan yang jelas, bukan semata-mata karena merek sudah lama digunakan.



