BNI dan Indomaret Perluas Akses Pembiayaan Mitra Waralaba
BNI dan Indomaret bekerja sama menyediakan akses pembiayaan untuk investasi, pembukaan gerai, dan pengembangan usaha mitra waralaba.
Diterbitkan

BNI dan Indomaret memperkuat kerja sama layanan perbankan dengan fokus awal pada akses pembiayaan bagi calon maupun mitra waralaba Indomaret. Melalui BNI Wirausaha dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan investasi, pembukaan gerai, serta pengembangan usaha. Langkah ini menjadi kabar relevan bagi komunitas waralaba yang sedang menyiapkan investasi atau melanjutkan pengelolaan toko.
Kerja sama ditandatangani pada akhir September
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Indomarco Prismatama menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyediaan, Pemanfaatan, dan Pemasaran Produk dan Layanan Perbankan di Grha BNI, Jakarta, pada Rabu, 30 September 2026. BNI mengumumkan kerja sama tersebut melalui siaran pers tertanggal 6 Oktober 2026.
Penandatanganan disaksikan jajaran manajemen kedua perusahaan. Dari Indomaret hadir Coordinator Director Haliman Kustedjo serta Procurement & Business Development Director Handoko. Sementara itu, jajaran BNI yang hadir mencakup Direktur Network & Retail Funding Rian Eriana Kaslan dan SEVP Wealth Management Steven Suryana.
Ruang lingkup PKS mencakup penyediaan, pemanfaatan, dan pemasaran produk serta layanan perbankan. Dalam pengumumannya, BNI menempatkan pembiayaan mitra waralaba sebagai salah satu fokus awal. Dengan demikian, perhatian kerja sama ini tidak hanya tertuju pada hubungan antarkedua perusahaan, tetapi juga kebutuhan usaha para mitra yang menjalankan gerai.
Dua produk untuk kebutuhan investasi dan pengembangan
BNI menyebut BNI Wirausaha dan KUR sebagai solusi pembiayaan yang dihadirkan melalui kerja sama tersebut. Sasaran yang disebutkan meliputi calon mitra maupun mitra waralaba Indomaret yang sudah bergabung.
Kebutuhan yang dapat dibiayai mencakup investasi, pembukaan gerai, dan pengembangan usaha. Cakupan ini membedakan kebutuhan calon mitra yang sedang menyiapkan toko dari mitra yang ingin mengembangkan kegiatan usahanya. Keduanya sama-sama disebut sebagai penerima manfaat yang dituju dalam kerja sama BNI dan Indomaret.
Meski demikian, penyebutan dua produk pembiayaan tersebut sebaiknya tidak dibaca sebagai jaminan bahwa setiap calon mitra akan memperoleh kredit. Bagi peminat, langkah yang perlu dilakukan adalah meminta penjelasan langsung mengenai persyaratan, kelayakan pengajuan, serta kesesuaian produk dengan rencana penggunaan dana.
Calon peminjam juga sebaiknya membandingkan kebutuhan investasi dengan kemampuan membayar angsuran. Akses pembiayaan merupakan bagian dari persiapan usaha, bukan pengganti perhitungan biaya pembukaan, kebutuhan operasional, dan arus kas toko. Pemeriksaan tersebut penting agar keputusan mengambil kredit tetap bertumpu pada kemampuan usaha yang direncanakan.
Target 500 toko baru dan agenda perpanjangan
Menurut siaran pers BNI, sekitar 500 toko waralaba Indomaret baru ditargetkan dibuka pada 2026. Pada tahun yang sama, sebanyak 1.088 toko memasuki periode perpanjangan kerja sama.
Kedua angka tersebut menunjukkan dua agenda berbeda dalam jaringan waralaba Indomaret: penambahan toko dan kelanjutan kerja sama untuk toko yang sudah berjalan. Angka sekitar 500 toko merupakan target pembukaan, bukan laporan realisasi. Sementara itu, angka 1.088 toko merujuk pada toko yang memasuki masa perpanjangan, bukan jumlah toko baru.
Pembedaan ini penting bagi komunitas waralaba agar rencana ekspansi tidak tercampur dengan agenda pengelolaan jaringan yang telah ada. BNI mengaitkan kebutuhan pembiayaan dengan perkembangan jaringan tersebut, tetapi angka toko itu tidak dapat diperlakukan sebagai jumlah penerima kredit.
Bagi calon mitra, target pembukaan toko menjadi konteks untuk menanyakan peluang bergabung dan kebutuhan modal. Untuk mitra yang memasuki masa perpanjangan, perhatian praktisnya adalah memeriksa kewajiban dalam kerja sama lanjutan serta menilai apakah pembiayaan tambahan memang diperlukan. Kedua keputusan itu sebaiknya dibuat berdasarkan kondisi masing-masing usaha.
Rencana pembiayaan juga menyentuh pemasok
Selain pembiayaan mitra waralaba, BNI menyatakan bahwa sinergi ke depan juga mencakup pembiayaan pemasok. Sasarannya adalah pemasok produk merek privat Indomarco Prismatama dan pemasok produk segar Indogrosir.
Rencana tersebut memperluas cakupan kerja sama dari kebutuhan gerai menuju pihak yang memasok barang. Namun, pembiayaan pemasok masih disampaikan sebagai bagian dari arah sinergi ke depan. Karena itu, rencana ini perlu dibedakan dari fokus awal pembiayaan mitra melalui BNI Wirausaha dan KUR.
Bagi komunitas waralaba, pengumuman ini memperlihatkan perhatian pada kebutuhan modal di tingkat mitra sekaligus hubungan dengan pemasok. Manfaat praktisnya tetap perlu dinilai melalui ketentuan produk dan kebutuhan nyata masing-masing pelaku usaha.
Langkah praktis: calon maupun mitra Indomaret sebaiknya meminta rincian pembiayaan kepada BNI dan mencocokkannya dengan rencana investasi, biaya operasional, serta kewajiban kerja sama sebelum mengajukan kredit.
Sumber
- Mendag Waralaba lokal bisa jadi pilihan usaha anak muda
- Berita Waralaba dan Lisensi Indonesia Hari Ini - Kabar Terbaru Terkini | Liputan6.com
- BNI dan Indomaret Perkuat Ekosistem Waralaba, Dorong Akses Pembiayaan bagi Mitra Usaha
- Dinilai Cocok Pemula, Mendag Ajak Generasi Muda Memulai Usaha dengan Bisnis Waralaba



