Global
Indonesia▼
GlobalArgentinaAustraliaБеларусь · BelarusBelgië · BelgiumBrasil · BrazilCanada中国 · ChinaColombiaHrvatska · CroatiaČesko · Czech RepublicDanmark · Denmarkمصر · EgyptSuomi · FinlandFranceDeutschland · GermanyΕλλάδα · GreeceGuatemala香港 · Hong KongMagyarország · Hungaryभारत · IndiaIndonesiaIrelandItalia · Italy日本 · Japan대한민국 · South Koreaلبنان · LebanonMalaysiaMéxico · MexicoNederland · NetherlandsNew ZealandPilipinas · PhilippinesPolska · PolandPortugalРоссия · Russiaالسعودية · Saudi ArabiaSingaporeSlovenija · SloveniaSouth AfricaEspaña · SpainSverige · Sweden台灣 · TaiwanTürkiyeالإمارات · United Arab EmiratesUnited StatesVenezuelaUnited Kingdom
Bahasa IndonesiaEnglish
Jadi mitra
Quality Franchise Association
DirektoriStandarMembeli waralabaMewaralabakan bisnis AndaBeritaAcara
Bergabung
Indonesia/Mewaralabakan bisnis Anda/Mengatur Penutupan Sementara Gerai Waralaba
Mewaralabakan bisnis Anda

Mengatur Penutupan Sementara Gerai Waralaba

Siapkan aturan penutupan sementara gerai: pemicu, pemberitahuan, biaya, dan pembukaan kembali agar kewajiban kedua pihak tetap jelas.

Diterbitkan 3/11/2026

Mengatur Penutupan Sementara Gerai Waralaba

Gerai yang sudah berjalan dapat terpaksa tutup sementara akibat banjir, kerusakan bangunan, atau gangguan fasilitas penting. Sebelum mewaralabakan bisnis, pemilik perlu menetapkan cara menangani keadaan tersebut tanpa langsung mengakhiri kerja sama. Dalam komunitas waralaba, aturan penutupan sementara membantu melindungi pelanggan, menjaga hubungan dengan mitra, dan memastikan keputusan operasional tidak bergantung pada percakapan mendadak ketika masalah terjadi.

1. Bedakan penutupan sementara dari pengakhiran kerja sama

Penutupan sementara adalah penghentian kegiatan gerai selama kondisi tertentu ditangani, sementara hubungan perjanjian tetap berlangsung. Ini berbeda dari pengakhiran perjanjian, yang mengakhiri hubungan kerja sama sesuai ketentuan yang disepakati. Perbedaan tersebut harus terlihat jelas dalam dokumen penawaran dan rancangan perjanjian.

Dasar hukum khusus waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba, yang menggantikan PP Nomor 42 Tahun 2007. Peraturan ini mengharuskan perjanjian waralaba memuat, antara lain, hak dan kewajiban para pihak, sistem bisnis, bantuan operasional, tata cara pembayaran imbalan, serta tata cara pengakhiran perjanjian.

Ketentuan penutupan sementara dapat dirancang untuk memperjelas pelaksanaan kewajiban tersebut. Namun, jangan menyebut daftar prosedur dalam panduan ini sebagai klausul wajib yang secara khusus diperintahkan PP tersebut. Rinciannya merupakan pengaturan kontraktual yang perlu disesuaikan dengan karakter usaha dan ditelaah secara hukum.

Pisahkan pula penutupan sementara dari keadaan kahar. Tidak setiap penutupan otomatis merupakan keadaan kahar, dan penyebutan istilah itu tidak otomatis menghapus semua kewajiban. Penyebab, dampak, bukti, serta ketentuan perjanjian tetap perlu diperiksa.

2. Tentukan pemicu dan alur pemberitahuan

Buat daftar keadaan yang mungkin menghentikan operasi. Gunakan pengalaman gerai sendiri untuk mengenali risiko nyata, bukan sekadar menyalin klausul umum. Misalnya, usaha makanan mungkin menghadapi gangguan pendinginan, sedangkan usaha jasa dapat bergantung pada keselamatan ruang pelayanan.

Kelompokkan penutupan menjadi tiga jenis:

  • Darurat keselamatan: kondisi yang membahayakan pelanggan atau pekerja dan memerlukan penghentian kegiatan segera.
  • Terencana: perbaikan atau pemeliharaan yang dapat dijadwalkan dan dibahas sebelum gerai berhenti beroperasi.
  • Karena perintah pihak berwenang: penghentian kegiatan yang harus ditangani berdasarkan isi perintah dan persyaratan pemulihannya.

Untuk keadaan darurat, prosedur internal sebaiknya tidak memaksa pengelola menunggu persetujuan komersial sebelum mengamankan orang dan lokasi. Setelah tindakan pengamanan dilakukan, penerima waralaba menyampaikan pemberitahuan melalui saluran yang telah ditetapkan.

Tentukan informasi minimum dalam pemberitahuan: waktu kejadian, penyebab yang diketahui, layanan yang terdampak, tindakan pengamanan, dokumentasi, serta perkiraan awal kebutuhan bantuan. Bedakan fakta yang sudah terkonfirmasi dari dugaan.

Tetapkan pula siapa yang menerima laporan, siapa yang menggantikan ketika penanggung jawab tidak tersedia, dan bagaimana keputusan dicatat. Tenggat pemberitahuan merupakan hal yang perlu disepakati sesuai risiko usaha, bukan angka yang boleh diklaim sebagai ketentuan umum dalam PP Waralaba.

3. Jelaskan biaya dan kewajiban yang tetap berjalan

Sumber perselisihan sering kali bukan keputusan menutup gerai, melainkan tagihan yang terus muncul. Karena itu, buat matriks kewajiban selama penutupan sebelum merekrut mitra.

Untuk royalti, bedakan imbalan berdasarkan omzet dari pembayaran minimum atau biaya tetap. Jika tidak ada penjualan, jangan langsung menyimpulkan bahwa seluruh tagihan otomatis berhenti. Perjanjian perlu menjelaskan perlakuan setiap komponen, termasuk cara mengajukan penundaan, pengurangan, atau pembebasan apabila pilihan tersebut memang disediakan.

Periksa juga biaya layanan sistem, pemasaran, sewa, pemeliharaan, dan langganan pihak ketiga. Pemberi waralaba tidak dapat menjanjikan penghapusan kewajiban kepada pemilik bangunan atau penyedia layanan tanpa dasar kesepakatan dengan pihak tersebut. Kewajiban terhadap pekerja juga tetap perlu ditangani menurut hukum ketenagakerjaan yang berlaku, bukan hanya berdasarkan perjanjian waralaba.

Selain uang, sepakati penanganan barang mudah rusak, pengamanan peralatan, akses sistem, dan pesanan yang sudah dibayar pelanggan. Tentukan siapa yang menghubungi pelanggan serta siapa yang berwenang menyetujui pemenuhan alternatif atau pengembalian pembayaran.

Bantuan pemberi waralaba perlu konkret: misalnya penilaian kondisi jarak jauh, penyesuaian pengiriman, atau pendampingan penyusunan rencana pemulihan. Hindari janji bahwa semua kerugian akan ditanggung jika tidak ada mekanisme dan kemampuan yang mendukungnya.

4. Tetapkan syarat pembukaan kembali dan uji prosedurnya

Jangan hanya menuliskan bahwa gerai boleh dibuka ketika kondisi kembali normal. Tentukan bukti pemulihan yang sesuai dengan penyebab penutupan, seperti hasil pemeriksaan peralatan, kelayakan fasilitas, penggantian persediaan terdampak, atau pemenuhan persyaratan pihak berwenang.

Jelaskan siapa yang memeriksa bukti dan memberikan persetujuan internal. Persetujuan pemberi waralaba tidak menggantikan izin atau persetujuan pemerintah yang memang diperlukan. Jika terdapat kekurangan, buat daftar tindakan perbaikan beserta penanggung jawabnya.

Sebelum menawarkan waralaba, lakukan simulasi di gerai sendiri: anggap fasilitas utama tidak dapat digunakan, lalu jalankan alur pelaporan, pengamanan, perhitungan biaya, dan pembukaan kembali. Catat titik keputusan yang masih membingungkan untuk diperbaiki dalam prosedur.

Pastikan kewajiban terkait penutupan dijelaskan secara konsisten dalam penawaran dan perjanjian. PP Nomor 35 Tahun 2024 mewajibkan penyampaian prospektus penawaran paling lambat 14 hari kalender sebelum penandatanganan perjanjian; gunakan kesempatan penelaahan itu untuk menjawab pertanyaan calon mitra, bukan memberikan janji lisan yang berbeda.

Langkah praktis: siapkan satu matriks berisi pemicu penutupan, jalur laporan, perlakuan biaya, bantuan, dan bukti pembukaan kembali. Uji matriks tersebut sebelum menerapkannya kepada mitra.

Sumber

  • Cara Kerja Usaha Franchise, Biaya, dan Risikonya - Labamu
  • PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2024 ...
  • Panduan Beli Waralaba, Tata Cara Hingga Akad Fikih Biar ...
  • Berita waralaba Hari Ini - Kabar Terbaru Terkini
  • PENGATURAN HUKUM TENTANG FRANCHISE DI INDONESIA
  • Peraturan Pemerintah Nomor: 35 TAHUN 2024 - Ortax - Data Center
  • WARALABA - PENYELENGGARAAN 2019. PERMENDAG ...
  • [PDF] PERATURAN - JDIH Kementerian Perdagangan

Artikel terbaru

Menyiapkan Struktur Organisasi Pemberi Waralaba
2/11/2026

Menyiapkan Struktur Organisasi Pemberi Waralaba

Susun struktur organisasi yang sesuai kenyataan agar calon mitra memahami siapa yang bertanggung jawab dalam bisnis waralaba Anda.

Baca selengkapnya
Menyajikan Data Gerai dalam Prospektus Waralaba
2/11/2026

Menyajikan Data Gerai dalam Prospektus Waralaba

Panduan memilah gerai milik sendiri dan gerai mitra agar data jaringan dalam prospektus waralaba jelas, akurat, dan dapat diperiksa.

Baca selengkapnya
Memeriksa Kewenangan Penandatangan Perjanjian Waralaba
1/11/2026

Memeriksa Kewenangan Penandatangan Perjanjian Waralaba

Pastikan orang yang menandatangani perjanjian berwenang mewakili mitra. Siapkan pemeriksaan identitas, dokumen usaha, dan surat kuasa.

Baca selengkapnya
QFA

Mendukung kualitas, pendidikan, dan pertumbuhan yang bertanggung jawab di seluruh komunitas waralaba internasional.

Asosiasi

TentangKode EtikKualifikasi VFP

Direktori

Cari daftarDaftarkan waralabaMitra

Panduan

Membeli waralabaMewaralabakan bisnis AndaSumber Daya

Jaringan

BeritaArtikelKontak
Beriklan di QFA →

Negara

ArgentinaAustraliaBelarusBelgiumBrazilCanadaChinaColombiaCroatiaCzech RepublicDenmarkEgyptFinlandFranceGermanyGreeceGuatemalaHong KongHungaryIndiaIndonesiaIrelandItalyJapanSouth KoreaLebanonMalaysiaMexicoNetherlandsNew ZealandPhilippinesPolandPortugalRussiaSaudi ArabiaSingaporeSloveniaSouth AfricaSpainSwedenTaiwanTürkiyeUnited Arab EmiratesUnited StatesVenezuela
© 2026 Quality Franchise Association Global. Semua hak dilindungi undang-undang.
Infinity Business Growth Network Limited (09073436) · Amelia House, Crescent Road, Worthing, England, BN11 1QR
Privasi·Ketentuan·CookieAdmin
Panduan gratis

Dapatkan panduan gratis untuk mewaralabakan bisnis Anda

Masukkan detail Anda dan kami akan mengirimkan panduan melalui email kepada Anda. Anda juga bisa langsung mengunduhnya.

Kami menggunakan detail Anda untuk mengirimkan panduan dan memahami minat pada waralaba. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.