Menyiapkan Struktur Organisasi Pemberi Waralaba
Susun struktur organisasi yang sesuai kenyataan agar calon mitra memahami siapa yang bertanggung jawab dalam bisnis waralaba Anda.
Diterbitkan

Ketika bisnis mulai diwaralabakan, pemilik sering masih menjadi pusat seluruh keputusan. Kondisi ini perlu terlihat secara jujur dalam struktur organisasi, bukan disamarkan dengan banyak jabatan yang belum terisi. Bagi komunitas waralaba Indonesia, struktur organisasi membantu calon mitra memahami siapa yang mengelola sistem bisnis dan bagaimana keputusan dibuat. Berikut cara menyiapkannya sebagai bagian dari prospektus penawaran waralaba yang dapat dipertanggungjawabkan.
1. Pahami fungsi struktur organisasi dalam prospektus
Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba memasukkan struktur organisasi sebagai salah satu informasi minimum dalam Prospektus Penawaran Waralaba. Artinya, bagan organisasi bukan sekadar pelengkap presentasi penjualan. Informasi tersebut menjadi bagian dari gambaran bisnis yang disampaikan kepada calon penerima waralaba sebelum mereka membuat keputusan.
PP tersebut juga mewajibkan pemberi waralaba menyampaikan prospektus kepada calon penerima waralaba paling lambat 14 hari kalender sebelum penandatanganan perjanjian waralaba. Karena itu, struktur organisasi perlu disiapkan sebelum proses penandatanganan, bukan baru disusun setelah mitra bergabung.
Bedakan kewajiban hukum dengan pilihan penyajian. Pencantuman struktur organisasi merupakan kewajiban, sedangkan penggunaan bagan berwarna, matriks tanggung jawab, atau ringkasan jabatan merupakan cara praktis untuk memperjelas informasi. Jangan menyebut format internal tersebut sebagai format yang diwajibkan pemerintah.
Tujuan utamanya sederhana: calon mitra dapat melihat organisasi yang benar-benar ada. Bagan yang ringkas tetapi akurat lebih berguna daripada susunan jabatan yang tampak lengkap namun tidak mencerminkan kegiatan sehari-hari.
2. Petakan organisasi yang bekerja saat ini
Mulailah dari pihak yang akan menjadi pemberi waralaba. Catat pengurus, fungsi kerja, dan hubungan pelaporannya berdasarkan keadaan aktual. Jika bisnis memiliki beberapa perusahaan dengan merek yang sama, jangan langsung memakai bagan kelompok usaha sebagai bagan pemberi waralaba.
Pisahkan dengan jelas tiga kelompok berikut:
- Organisasi pemberi waralaba: pengurus dan tim yang berada di dalam organisasi pihak pemberi waralaba.
- Fungsi bersama: tim perusahaan terafiliasi yang membantu berdasarkan pengaturan tertentu.
- Penyedia jasa eksternal: pihak luar, seperti akuntan, konsultan hukum, atau penyedia teknologi.
Pembedaan ini mencegah calon mitra mengira seluruh sumber daya kelompok usaha merupakan tenaga internal pemberi waralaba. Untuk fungsi bersama atau jasa eksternal, jelaskan hubungan dan ruang lingkup pekerjaannya secara singkat tanpa membuka informasi rahasia yang tidak diperlukan.
Selanjutnya, cocokkan bagan dengan bukti internal. Gunakan dokumen pengangkatan pengurus, daftar pegawai aktif, uraian pekerjaan, serta perjanjian jasa yang relevan. Ini merupakan langkah pemeriksaan praktis, bukan daftar lampiran wajib prospektus.
Jika pemilik sekaligus menangani operasional dan keuangan, tampilkan perangkapan itu. Tidak perlu menciptakan kesan bahwa setiap fungsi sudah memiliki tim tersendiri. Sebaliknya, posisi yang baru direncanakan harus diberi keterangan sebagai rencana, bukan digambarkan seolah-olah sudah terisi.
3. Jelaskan tanggung jawab di balik setiap kotak
Nama jabatan saja belum menjelaskan cara organisasi bekerja. Tambahkan ringkasan fungsi untuk posisi yang berhubungan dengan pengelolaan sistem waralaba. Gunakan bahasa yang mudah dipahami calon mitra, bukan singkatan internal yang hanya dikenal pegawai.
Untuk setiap fungsi penting, jawab empat pertanyaan:
- Apa pekerjaan utamanya?
- Kepada siapa fungsi tersebut melapor?
- Keputusan apa yang dapat dibuatnya?
- Siapa yang mengambil alih ketika penanggung jawab tidak tersedia?
Misalnya, penanggung jawab operasional dapat memeriksa penerapan standar gerai, tetapi persetujuan pengeluaran tambahan tetap berada pada pimpinan. Petugas administrasi dapat menerima dokumen calon mitra, tetapi tidak otomatis berwenang menjanjikan pengecualian ketentuan kerja sama.
Pemisahan seperti ini mengurangi risiko janji lisan dari orang yang tidak memiliki kewenangan keputusan. Namun, struktur organisasi tidak menggantikan perjanjian waralaba atau dokumen pemberian kewenangan. Jangan menganggap nama seseorang dalam bagan otomatis memberinya hak menandatangani kontrak.
Untuk bisnis dengan tim kecil, buat tabel pendamping sederhana berisi fungsi, penanggung jawab, dan pengganti. Jika belum ada pengganti, catat kekosongannya sebagai pekerjaan persiapan sebelum penawaran diperluas. Tujuannya bukan memperbanyak pegawai, melainkan menemukan ketergantungan yang selama ini tidak terlihat.
4. Periksa konsistensi sebelum prospektus disampaikan
Lakukan pemeriksaan silang antara bagan organisasi, uraian sistem bisnis, dan penjelasan hak serta kewajiban dalam prospektus. Apabila dokumen menyebut adanya fungsi pengawasan operasional, harus jelas siapa yang menjalankannya dan di mana posisinya dalam organisasi.
Periksa juga materi presentasi penawaran. Hindari istilah seperti “tim khusus” jika kenyataannya pekerjaan masih dirangkap pemilik. Bila suatu fungsi dilaksanakan pihak luar, gunakan penjelasan yang konsisten dalam seluruh komunikasi kepada calon mitra.
Tetapkan satu orang untuk mengonfirmasi ketepatan bagan sebelum prospektus disampaikan. Pemeriksaan sebaiknya mencakup posisi yang terisi, hubungan pelaporan, perangkapan tugas, dan penggunaan tenaga eksternal. Tanggal pemeriksaan internal membantu tim mengetahui kapan informasi terakhir dipastikan benar.
Mintalah seseorang yang tidak terlibat dalam penyusunan membaca bagan tersebut. Jika ia tidak dapat menjelaskan siapa yang bertanggung jawab atas fungsi utama, sederhanakan penyajiannya.
Inti praktis: tampilkan organisasi yang nyata, jelaskan pembagian tanggung jawab, dan tandai rencana pengembangan secara jujur. Struktur yang dapat dijelaskan dengan bukti lebih bernilai bagi calon mitra daripada bagan besar yang belum berjalan.
Sumber
- Berita waralaba Hari Ini - Kabar Terbaru Terkini
- PDF bahwa dalam yang - peraturan.go.id
- Bisnis Waralaba di Indonesia: Panduan Hukum dan Strategis
- Pahami Ketentuan Pendaftaran Franchise
- WARALABA - PENYELENGGARAAN 2019. PERMENDAG ...
- [PDF] pelaksanaan perjanjian serta perlindungan hukum praktek - Neliti
- [PDF] PERATURAN - JDIH Kementerian Perdagangan
- [PDF] PENGATURAN WARALABA DI INDONESIA - OJS ITB-AD



