Menetapkan Awal Masa Berlaku Perjanjian Waralaba
Bedakan tanggal tanda tangan, berlakunya kewajiban, dan awal masa operasi agar durasi hak mitra waralaba tidak menimbulkan salah tafsir.
Diterbitkan

Pemilik bisnis yang mulai membangun komunitas waralaba sering menetapkan durasi kerja sama tanpa menjelaskan kapan hitungannya dimulai. Padahal, tanggal penandatanganan, penyerahan akses sistem, dan pembukaan gerai dapat berbeda. Ketidakjelasan ini bisa mengurangi masa pemanfaatan hak usaha atau membuat kewajiban berjalan sebelum fasilitas tersedia. Sebelum menawarkan perjanjian kepada calon mitra, susun aturan waktu yang dapat dibaca, dihitung, dan dibuktikan oleh kedua pihak.
1. Pisahkan tanggal penting dalam hubungan waralaba
Jangan menggunakan satu istilah “tanggal mulai” untuk seluruh kegiatan. Petakan terlebih dahulu peristiwa yang memiliki akibat berbeda dalam kerja sama:
- Tanggal penandatanganan: saat para pihak menandatangani perjanjian sesuai mekanisme yang disepakati.
- Tanggal efektif perjanjian: saat ketentuan perjanjian mulai mengikat sesuai rumusannya.
- Tanggal dimulainya hak tertentu: misalnya akses pelatihan, penggunaan sistem, atau penggunaan merek untuk persiapan gerai.
- Tanggal awal masa operasi: titik awal penghitungan periode pengoperasian gerai apabila dibedakan dari tanggal efektif.
- Tanggal berakhir: batas akhir hak yang diberikan berdasarkan perhitungan yang disepakati.
Pemisahan ini bukan berarti setiap perjanjian harus memiliki lima tanggal berbeda. Tujuannya adalah memastikan setiap hak dan kewajiban mempunyai titik awal yang jelas.
Sebagai contoh, kewajiban menjaga kerahasiaan dapat berlaku sejak perjanjian efektif, sedangkan hak melayani pelanggan menggunakan merek baru dapat dijalankan setelah persyaratan pembukaan terpenuhi. Jangan sampai penundaan awal masa operasi justru ditafsirkan sebagai penundaan seluruh kewajiban para pihak.
2. Tempatkan jadwal dalam kerangka hukum Indonesia
Indonesia mengatur waralaba secara khusus melalui Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba. Peraturan ini mensyaratkan perjanjian waralaba memuat, antara lain, jangka waktu perjanjian, hak dan kewajiban para pihak, serta tata cara pembayaran imbalan. Hubungan tersebut didasarkan pada kedudukan hukum yang setara dan berlaku hukum Indonesia.
Kewajiban mencantumkan jangka waktu perlu diterjemahkan menjadi rumusan yang operasional. Pernyataan “berlaku selama beberapa tahun” belum cukup membantu apabila peristiwa yang memulai penghitungannya tidak jelas. Penetapan tanggal pemicu dan bukti pendukungnya merupakan langkah penyusunan kontrak yang disarankan, bukan format tanggal khusus yang diwajibkan oleh PP tersebut.
Ada pula urutan hukum yang harus diperhatikan. Pemberi waralaba wajib memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) sebelum membuat perjanjian waralaba. Prospektus penawaran waralaba harus disampaikan kepada calon penerima paling lambat 14 hari kalender sebelum penandatanganan perjanjian.
Sementara itu, penerima waralaba wajib memiliki STPW sebelum memulai usahanya. Karena itu, tanggal pembukaan dalam rencana komersial tidak boleh diperlakukan sebagai izin otomatis untuk beroperasi. Membedakan tanggal efektif dan tanggal operasi juga tidak menghapus kewajiban pendaftaran atau penyampaian prospektus tersebut.
3. Pilih dasar penghitungan yang sesuai dengan bisnis
Terdapat beberapa pendekatan yang dapat dibahas dengan penasihat hukum. Pilih berdasarkan kebutuhan nyata bisnis, lalu jelaskan akibatnya kepada calon mitra sebelum penandatanganan.
Penghitungan sejak perjanjian efektif. Pendekatan ini membuat tanggal akhir lebih mudah ditentukan. Namun, waktu persiapan gerai ikut mengurangi periode yang tersedia untuk beroperasi. Pemilik bisnis perlu menunjukkan hal tersebut secara terbuka, terutama bila persiapan lokasi dan pemasangan peralatan memerlukan waktu yang berarti.
Penghitungan masa operasi sejak gerai dibuka. Pendekatan ini memisahkan masa persiapan dari periode pemanfaatan gerai. Tantangannya adalah mendefinisikan “dibuka”: apakah ketika pelanggan pertama dilayani, saat pembukaan terbatas, atau ketika pembukaan resmi dilakukan? Tanpa definisi, kedua pihak dapat memakai tanggal berbeda.
Masa persiapan dan masa operasi yang dinyatakan terpisah. Perjanjian dapat menjelaskan hak selama persiapan serta periode operasi setelah peristiwa tertentu. Jika menggunakan pendekatan ini, jelaskan pula hubungannya dengan jangka waktu keseluruhan perjanjian. Jangan membuat hak operasional seolah tetap berjalan setelah dasar kontraknya berakhir.
Uji pilihan tersebut dengan keadaan yang mungkin terjadi. Misalnya, gerai sudah melayani pelanggan dalam pembukaan terbatas, tetapi acara peresmian baru berlangsung kemudian. Perjanjian harus menghasilkan jawaban yang sama mengenai tanggal awal, siapa pun yang membacanya.
4. Buat bukti tanggal dan pemeriksaan silang
Setelah memilih pendekatan, tentukan bukti yang mencatat peristiwa pemicu. Untuk awal operasi, misalnya, gunakan berita acara yang menyebut identitas gerai, tanggal kejadian, dasar penetapan, serta pihak yang berwenang mengonfirmasi. Berita acara berfungsi sebagai bukti pelaksanaan, bukan sarana mengubah durasi secara sepihak.
Selanjutnya, periksa keselarasan seluruh dokumen dan sistem administrasi:
- Apakah jadwal pembayaran memakai titik awal yang sama dengan klausul pembayaran?
- Apakah akses sistem dan izin penggunaan merek sesuai dengan tahap kerja sama?
- Apakah tanggal akhir pada ringkasan penawaran sesuai dengan rumus dalam perjanjian?
- Apakah tim keuangan dan operasional mencatat tanggal yang sama?
Hindari mengisi tanggal akhir secara manual tanpa memeriksa rumus penghitungannya. Jika para pihak menandatangani pada hari berbeda, perjanjian juga perlu menjelaskan tanggal mana yang dipakai sebagai acuan.
Langkah praktis: buat satu lembar peta waktu berisi peristiwa, tanggal pemicu, bukti, dan akibat kontraktualnya. Minta tim hukum, keuangan, dan operasional memeriksanya bersama sebelum perjanjian digunakan untuk merekrut mitra.
Sumber
- Ubah Bisnis Jadi Penghasil Royalti: Panduan Urus Legalitas Bisnis ...
- Peraturan Pemerintah Nomor: 35 TAHUN 2024
- Berita waralaba Hari Ini - Kabar Terbaru Terkini
- PDF bahwa dalam yang - peraturan.go.id
- Bisnis Waralaba di Indonesia: Panduan Hukum dan Strategis
- [PDF] Tinjauan Yuridis Penyelesaian Sengketa Perjanjian Waralaba ...
- Pahami Ketentuan Pendaftaran Franchise
- PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA



