Mixue Lampaui 2.400 Gerai, Rangkul Komunitas lewat Free Fire
Mixue memiliki lebih dari 2.400 gerai di Indonesia dan merangkul komunitas gim lewat Matcha Booyah Series di Jakarta.
Diterbitkan

Mixue Indonesia memiliki lebih dari 2.400 gerai yang dijalankan dengan dukungan mitra waralaba di berbagai wilayah. Di tengah pengembangan jaringan tersebut, perusahaan memperluas interaksi dengan konsumen melalui kolaborasi bersama Free Fire dalam acara Matcha Booyah Series pada 17–18 Oktober 2026 di Gandaria City Mall, Jakarta Selatan.
Pertemukan Komunitas Gim, Musik, dan Matcha
Menurut pemberitaan Media Indonesia pada 27 Oktober 2026, Matcha Booyah Series mempertemukan komunitas gim, musik, cosplay, dan pencinta matcha. Acara ini menjadi salah satu cara Mixue menjangkau konsumen melalui kegiatan yang berhubungan dengan minat mereka, di luar pengalaman membeli produk di gerai.
Rangkaian acaranya mencakup turnamen Free Fire, penampilan penyanyi Anggis Devaki dan grup musik perempuan Lemon, serta kehadiran para cosplayer. Maskot Mixue, Snow King, turut hadir untuk berinteraksi dengan pengunjung selama kegiatan berlangsung.
Tema matcha diangkat melalui berbagai aktivitas interaktif. Dengan pendekatan tersebut, pengunjung dapat mengenal produk dalam suasana yang memadukan hiburan dan pertemuan komunitas. Kolaborasi ini tidak hanya menampilkan merek minuman, tetapi juga menyediakan ruang interaksi bagi kelompok konsumen dengan ketertarikan yang berbeda.
Bagi komunitas waralaba, kegiatan tersebut memperlihatkan bentuk dukungan pemasaran pada tingkat merek. Aktivitas di luar gerai melengkapi keberadaan jaringan fisik yang sudah tersebar di Indonesia. Namun, pemberitaan tersebut tidak merinci dampak acara terhadap penjualan maupun kunjungan ke gerai, sehingga hasil komersial kolaborasi ini belum dapat disimpulkan.
Jaringan Indonesia Ditopang Mitra Lokal
Jumlah lebih dari 2.400 gerai menggambarkan skala kehadiran Mixue di Indonesia. Jaringan itu melibatkan mitra waralaba yang menjalankan operasional di berbagai wilayah, sehingga pengembangan merek berjalan bersama kegiatan usaha para mitra lokal.
Pada tingkat global, Mixue Group tercatat mengoperasikan 63.987 gerai di 17 negara hingga 30 Juni 2026. Angka global tersebut memiliki tanggal pencatatan yang jelas dan perlu dibedakan dari jumlah gerai Indonesia yang disebut dalam pemberitaan Oktober. Keduanya memberikan gambaran skala jaringan, bukan ukuran pertumbuhan pada periode yang sama.
Berdasarkan Laporan Keuangan Interim 2026 yang dirujuk Media Indonesia, dukungan Mixue kepada mitra mencakup pemilihan lokasi, pelatihan, hingga pengelolaan operasional gerai. Dukungan tersebut menyertai model kemitraan yang digunakan perusahaan untuk mengembangkan jaringan.
Dengan demikian, cerita pengembangan Mixue tidak hanya menyangkut penambahan titik penjualan. Sistem pendampingan menjadi bagian dari hubungan antara pemilik merek dan pengelola gerai. Di Indonesia, pengalaman dua mitra yang diberitakan memberikan gambaran mengenai penerapan dukungan tersebut dalam kegiatan sehari-hari.
Pengalaman Mitra Mengelola Lebih dari Satu Gerai
Anggi, yang telah menjadi mitra Mixue selama empat tahun, saat ini mengelola delapan gerai dan sedang mengembangkan tiga gerai tambahan. Menurut pengalamannya, antusiasme masyarakat terhadap produk Mixue menjadi salah satu faktor yang mendukung kegiatan usaha.
Ia juga menyoroti ketersediaan bahan baku, respons supervisor, dan dukungan promosi sebagai unsur yang membantu kelancaran operasional. Keterangan ini menunjukkan jenis dukungan yang dirasakan langsung oleh seorang mitra ketika menjalankan beberapa gerai.
Mitra lainnya, Evi, juga telah bekerja sama dengan Mixue selama empat tahun. Ia menilai kekuatan merek, sistem operasional yang terstruktur, inovasi produk, serta dukungan tim pusat sebagai bagian penting dalam menjalankan usaha waralaba. Pengalaman tersebut turut mendorongnya melanjutkan kerja sama dan mengembangkan gerai tambahan.
Pengalaman Anggi dan Evi merupakan gambaran individual, bukan ukuran hasil seluruh mitra. Pemberitaan itu tidak memuat angka investasi, laba gerai, ataupun waktu pengembalian modal keduanya. Karena itu, jumlah gerai yang mereka kelola tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan tingkat keuntungan kemitraan Mixue secara umum.
Promosi Merek Berjalan Bersama Standardisasi
Selain pendampingan mitra dan kegiatan konsumen, Mixue memanfaatkan teknologi untuk mendukung standardisasi produk. Hingga 30 Juni 2026, perusahaan telah menerapkan mesin penakar minuman otomatis di lebih dari 18.000 gerai dalam jaringan globalnya.
Teknologi tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, menjaga konsistensi produk, dan mengurangi risiko keamanan pangan. Angka penerapannya merupakan cakupan global; pemberitaan tersebut tidak menyebut berapa gerai di Indonesia yang telah menggunakan mesin itu.
Kolaborasi Free Fire dan dukungan operasional memperlihatkan dua sisi pengembangan jaringan: membangun hubungan dengan konsumen serta membantu mitra menjaga layanan. Acara komunitas memberikan kesempatan berinteraksi, sementara pelatihan, pendampingan, dan standardisasi berkaitan dengan pelaksanaan usaha di gerai.
Pelajaran praktis bagi calon mitra: nilai peluang waralaba bukan hanya dari popularitas merek atau ramainya acara promosi. Periksa juga dukungan operasional, kesiapan lokasi, dan perhitungan usaha masing-masing gerai sebelum mengambil keputusan.



