Baba Rafi Siapkan Integrasi Pesanan TikTok Go dan WhatsApp
Baba Rafi menyiapkan integrasi pesanan digital ke sistem penjualan terpusat, disertai rencana menghubungkan pembaruan stok dan promosi.
Diterbitkan

Baba Rafi Enterprise berupaya memasukkan pesanan dari TikTok Go dan WhatsApp ke sistem penjualan terpusatnya. Dilaporkan Retail Asia pada 1 Oktober 2026, langkah ini menjadi bagian dari upaya merek dalam komunitas waralaba makanan Indonesia tersebut untuk melacak transaksi lintas kanal, dari gerai dan layanan pesan-antar hingga media sosial serta lokapasar.
Memusatkan pencatatan pesanan digital
Baba Rafi telah menggunakan sistem kasir atau point-of-sale (POS) terpusat untuk mencatat transaksi di seluruh gerainya. Prosedur pencatatan itu mencakup pesanan langsung di tempat, pesanan melalui layanan antar, serta penukaran voucer. Dengan demikian, pengembangan yang sedang diupayakan bukan pembangunan sistem pencatatan dari awal, melainkan perluasan cakupan dan konsistensi pelaporan pada sistem yang sudah digunakan.
Fokus berikutnya adalah memasukkan pesanan yang ditangani melalui TikTok Go dan WhatsApp ke pelaporan penjualan terpusat secara lebih konsisten. Kedua kanal tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengikuti transaksi yang berasal dari beragam titik interaksi dengan pelanggan, bukan hanya pembelian langsung di gerai.
Perbedaan antara sistem yang sudah berjalan dan integrasi yang masih diupayakan penting diperhatikan. Baba Rafi sudah memiliki POS terpusat, sedangkan pencatatan pesanan dari TikTok Go dan WhatsApp masih menjadi pekerjaan pengembangan. Langkah tersebut belum dinyatakan sebagai integrasi yang telah selesai diterapkan di seluruh jaringan.
Bagi komunitas waralaba, perkembangan ini menyoroti sisi operasional di balik perluasan kanal penjualan. Kehadiran kanal pemesanan tambahan perlu diikuti cara pencatatan yang konsisten agar transaksi dari berbagai jalur tetap masuk ke pelaporan usaha yang sama.
Stok dan promosi menjadi agenda berikutnya
Selain pencatatan transaksi, Baba Rafi berencana menghubungkan pembaruan stok dan promosi di seluruh kanal penjualan dalam setahun ke depan. Menurut laporan Retail Asia, tujuannya agar pelanggan lebih mudah menemukan produk dan penawaran yang tersedia di gerai pilihan mereka.
Rencana tersebut memperluas perhatian perusahaan dari pencatatan penjualan menuju informasi yang digunakan pelanggan sebelum membeli. Pesanan, ketersediaan produk, dan promosi merupakan bagian berbeda dari proses belanja, tetapi ketiganya bertemu ketika pelanggan menentukan produk serta gerai tempat bertransaksi.
Pembaruan stok dan promosi ini masih merupakan agenda ke depan. Karena itu, rencana tersebut tidak dapat disamakan dengan layanan yang sudah sepenuhnya tersambung saat ini. Jangka waktu setahun yang disebut perusahaan menjadi acuan rencana pengembangan, bukan bukti bahwa seluruh kanal telah menampilkan informasi yang seragam.
Arah pengembangannya menunjukkan bahwa penjualan digital tidak hanya menyangkut penerimaan pesanan. Informasi mengenai produk yang tersedia dan penawaran yang berlaku juga masuk dalam agenda perusahaan untuk memudahkan pelanggan berbelanja pada gerai yang mereka pilih.
Harga memperhitungkan biaya kanal penjualan
Baba Rafi juga menyesuaikan harga dengan memperhitungkan komisi aplikasi pesan-antar dan biaya promosi. Pada saat yang sama, perusahaan tetap memprioritaskan penjualan langsung di gerai di samping kanal digitalnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengembangan kanal digital berjalan berdampingan dengan perhatian terhadap penjualan di lokasi. Integrasi pencatatan tidak berarti semua kanal mempunyai struktur biaya yang sama. Komisi aplikasi dan biaya promosi tetap menjadi pertimbangan tersendiri dalam penetapan harga.
Bagi calon maupun pengelola mitra waralaba, hal yang patut dicermati adalah hubungan antara harga jual dan biaya pada masing-masing kanal. Evaluasi penjualan sebaiknya tidak berhenti pada banyaknya pesanan, tetapi juga memperhatikan biaya yang menyertai transaksi. Ini merupakan pertimbangan praktis saat membaca strategi pengembangan penjualan digital seperti yang dilakukan Baba Rafi.
Promosi nasional tetap menimbang kondisi daerah
Perbedaan wilayah turut menjadi pertimbangan perusahaan. Retail Asia melaporkan bahwa biaya logistik dan harga jual Baba Rafi berbeda antara Jawa dan wilayah lain di Indonesia. Kondisi tersebut masuk dalam pengaturan promosi di jaringan gerainya.
Baba Rafi menggunakan promosi nasional yang sama, tetapi menyesuaikan anggaran dan ketentuannya dengan biaya serta harga di tiap daerah. Dengan demikian, kesamaan promosi pada tingkat nasional tidak berarti seluruh rincian pelaksanaannya dibuat identik untuk setiap wilayah.
Penyesuaian tersebut melengkapi agenda pencatatan terpusat. Di satu sisi, perusahaan berupaya menghimpun transaksi lintas kanal secara lebih konsisten. Di sisi lain, pengaturan harga dan promosi tetap memperhitungkan perbedaan biaya kanal maupun kondisi daerah.
Pelajaran praktis bagi komunitas waralaba: sebelum memperluas kanal pemesanan, periksa kesiapan pencatatan transaksi, pembaruan stok, dan ketentuan promosi. Hitung pula biaya setiap kanal serta kebutuhan daerah agar pengembangan penjualan tetap disertai pengelolaan operasional yang terukur.
Sumber
- Akurat.co – Update Berita Hari Ini Terlengkap & Tercepat | #bisnis waralaba Indonesia
- Berita Waralaba indonesia Hari Ini - Kabar Terbaru Terkini | Liputan6.com
- Berita Bisnis Waralaba Hari Ini - Kabar Terbaru Terkini | Liputan6.com
- Berita Waralaba dan Lisensi Indonesia Hari Ini - Kabar Terbaru Terkini | Liputan6.com
- Tak Harus Mulai dari Nol, Waralaba Jadi Jalan Gen Z Berwirausaha
- Akurat.co – Update Berita Hari Ini Terlengkap & Tercepat | #franchise Indomaret
- Baba Rafi akan hubungkan pesanan TikTok Go dan WhatsApp ke sistem penjualan



