Beli Waralaba: Periksa Syarat Kelulusan Pelatihan
Periksa standar kelulusan, biaya ujian ulang, dan pelatihan karyawan pengganti sebelum membeli waralaba.
Diterbitkan

Pelatihan sebelum membuka gerai bukan sekadar fasilitas tambahan dalam paket waralaba. Jika kelulusan menjadi syarat untuk mulai berjualan, cara penilaian dan kesempatan mengulang dapat memengaruhi kesiapan usaha Anda. Dalam komunitas waralaba, standar kompetensi membantu menjaga mutu bersama. Namun, calon penerima waralaba perlu memastikan bahwa standar tersebut jelas, dapat diperiksa, dan tidak menimbulkan kewajiban biaya tanpa batas.
1. Bedakan kehadiran pelatihan dan bukti kompetensi
Kalimat “sudah termasuk pelatihan” belum menjelaskan hasil yang akan Anda peroleh. Ada perbedaan antara mengikuti kelas, menyelesaikan praktik, dan dinyatakan mampu menjalankan pekerjaan tertentu. Sebelum membeli, tanyakan apakah pemberi waralaba hanya mencatat kehadiran atau benar-benar menguji kemampuan peserta.
Minta daftar kompetensi untuk setiap jabatan yang diwajibkan mengikuti pelatihan. Pada usaha makanan, misalnya, kompetensi dapat mencakup penyimpanan bahan, konsistensi penyajian, kebersihan peralatan, dan penutupan kas. Untuk usaha jasa, penilaian mungkin lebih menekankan prosedur pelayanan, penggunaan alat, serta penanganan keluhan.
Periksa empat hal berikut:
- Peserta wajib: apakah pemilik, pengelola, dan seluruh karyawan harus lulus, atau cukup jabatan tertentu?
- Bentuk penilaian: apakah melalui tes tertulis, simulasi, praktik langsung, atau gabungan beberapa cara?
- Batas kelulusan: kesalahan apa yang dapat diperbaiki selama latihan dan kesalahan apa yang menyebabkan peserta tidak lulus?
- Bukti hasil: apakah peserta mendapat catatan penilaian dan daftar kemampuan yang perlu diperbaiki?
Mintalah contoh formulir penilaian tanpa data pribadi peserta lain. Dokumen tersebut lebih berguna daripada janji bahwa pelatihan akan berlangsung “sampai bisa”.
2. Tempatkan syarat kelulusan dalam kerangka hukum
Waralaba di Indonesia diatur secara khusus melalui Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba, yang menggantikan PP Nomor 42 Tahun 2007. Salah satu kriteria waralaba adalah adanya dukungan yang berkesinambungan dari pemberi waralaba. Pelatihan merupakan bagian penting dari dukungan untuk menjalankan sistem bisnis tersebut.
Namun, adanya kewajiban dukungan tidak berarti setiap paket otomatis menyediakan pelatihan tanpa batas, menjamin semua peserta lulus, atau membebaskan seluruh biaya pengulangan. Rincian layanan dan pembagian kewajiban perlu diperjelas dalam perjanjian yang akan Anda tandatangani.
Selain aturan khusus waralaba, ketentuan perjanjian dalam KUHPerdata juga relevan. Pasal 1320 mengatur syarat sahnya perjanjian, sedangkan Pasal 1338 menegaskan daya mengikat perjanjian yang dibuat secara sah dan pelaksanaannya dengan iktikad baik. Karena itu, jangan memperlakukan persyaratan pelatihan sebagai urusan informal yang baru dibahas setelah pembayaran.
Jika kelulusan menentukan izin internal untuk mengoperasikan gerai, minta kontrak menjelaskan siapa yang berwenang menilai, dasar penilaiannya, dan bagaimana hasil disampaikan. Bedakan persetujuan internal merek dari perizinan pemerintah: kelulusan pelatihan merek bukan pengganti izin usaha atau persyaratan kompetensi lain yang berlaku untuk kegiatan tertentu.
3. Hitung biaya mengulang dan mengganti peserta
Biaya awal pelatihan mungkin masuk dalam harga paket, tetapi biaya terkait belum tentu tercakup. Minta penawaran tertulis yang memisahkan biaya pengajar, bahan praktik, penggunaan tempat, ujian, perjalanan, penginapan, dan konsumsi. Perjelas juga siapa yang menanggung upah karyawan selama mengikuti pelatihan.
Selanjutnya, uji tiga skenario sebelum menyetujui paket:
- Peserta belum lulus. Apakah tersedia sesi perbaikan? Berapa kali ujian ulang diperbolehkan, kapan jadwalnya, dan bagaimana tarifnya ditentukan?
- Peserta berhalangan hadir. Apakah tempatnya dapat dialihkan kepada karyawan lain? Apa akibatnya jika pergantian dilakukan setelah pelatihan dimulai?
- Karyawan terlatih mengundurkan diri. Apakah penerima waralaba boleh melatih pengganti secara internal, atau pengganti wajib mengikuti pelatihan pusat?
Untuk masing-masing skenario, catat biaya langsung dan kebutuhan tenaga pengganti. Pelatihan yang tampak murah dapat menjadi mahal jika hanya tersedia di luar kota atau mewajibkan pengulangan seluruh program untuk satu kompetensi yang belum dikuasai.
Negosiasikan tarif atau rumus biaya yang dapat diperiksa, bukan sekadar frasa “sesuai kebijakan pusat”. Tanyakan pula apakah ada jumlah peserta pengganti yang sudah tercakup dalam paket. Jangan menganggap fasilitas tersebut tersedia sebelum dikonfirmasi secara tertulis.
4. Sepakati proses penilaian ulang yang adil
Standar merek tetap harus dijaga, tetapi kegagalan peserta perlu diikuti proses perbaikan yang jelas. Usulkan agar peserta menerima alasan ketidaklulusan, materi yang perlu dipelajari kembali, kesempatan praktik tambahan, dan jadwal penilaian berikutnya.
Jika peserta mempertanyakan hasil, mintalah mekanisme peninjauan oleh penilai lain atau pemeriksaan ulang berdasarkan catatan praktik. Tujuannya bukan memaksa pemberi waralaba meluluskan peserta, melainkan memastikan keputusan mempunyai dasar yang konsisten.
Perjelas juga akibat jika pengajar membatalkan jadwal atau fasilitas praktik tidak tersedia. Apakah sesi pengganti diberikan tanpa biaya tambahan, dan bagaimana biaya perjalanan yang sudah terlanjur dikeluarkan ditangani? Ini merupakan hal untuk disepakati, bukan hak penggantian biaya yang otomatis timbul dalam setiap keadaan.
Sebelum menandatangani, buat ringkasan satu halaman berisi peserta wajib, kompetensi, penilai, biaya, kesempatan mengulang, dan aturan karyawan pengganti. Cocokkan ringkasan itu dengan ketentuan yang mengikat.
Intinya: jangan hanya membeli sejumlah hari pelatihan. Pastikan Anda memahami kemampuan yang harus dicapai, cara kelulusan ditentukan, serta biaya dan pilihan yang tersedia ketika peserta perlu belajar kembali.
Sumber
- Autopilot! Sistem Bisnis Franchise, Mulai dari Pengertian ...
- Waralaba: Syarat dan Hukum di Indonesia | PDF
- Pahami Ketentuan Pendaftaran Franchise | Klinik Hukumonline
- Contoh Perjanjian Waralaba yang Aman & Anti Penipuan!
- Panduan Beli Waralaba, Tata Cara Hingga Akad Fikih Biar ...
- Jurnal Lex Suprema
- Tinjauan Legal Normatif Franchise / Waralaba di Indonesia ...
- PENGATURAN HUKUM TENTANG FRANCHISE DI INDONESIA



