Beli Waralaba: Periksa Mekanisme Penyelesaian Sengketa
Periksa jalur pengaduan, mediasi, dan forum sengketa sebelum membeli waralaba agar hak Anda dapat diperjuangkan secara praktis.
Diterbitkan

Sebelum membeli waralaba, bayangkan ada selisih tagihan atau penilaian pelanggaran yang tidak Anda setujui. Kepada siapa keberatan disampaikan, berapa lama jawabannya ditunggu, dan bagaimana persoalan diputuskan? Dalam komunitas waralaba, hubungan baik perlu ditopang prosedur yang jelas. Memeriksa mekanisme penyelesaian sengketa sebelum menandatangani kontrak membantu Anda menilai apakah hak penerima waralaba benar-benar dapat diperjuangkan.
1. Kenali dasar hukum dan pisahkan kewajiban dari usulan
Indonesia secara khusus mengatur waralaba melalui Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba, yang menggantikan PP Nomor 42 Tahun 2007. Aturan ini mencakup prospektus penawaran, perjanjian waralaba, hak dan kewajiban para pihak, serta Surat Tanda Pendaftaran Waralaba atau STPW. Penyelesaian sengketa termasuk materi yang harus dimuat dalam perjanjian waralaba.
Namun, keberadaan judul klausul saja belum menjamin prosedurnya mudah digunakan. Kalimat “perselisihan diselesaikan secara musyawarah” belum menjawab apa yang terjadi jika musyawarah gagal. Periksa apakah kontrak menentukan tahapan, tenggat, dan forum akhir secara konsisten.
Jika kontrak memilih arbitrase, perhatikan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Perjanjian arbitrase tertulis pada prinsipnya menutup kewenangan pengadilan negeri untuk mengadili sengketa yang tercakup di dalamnya. Karena itu, pilihan arbitrase bukan sekadar formalitas yang dapat diabaikan ketika perselisihan muncul.
Bedakan ketentuan hukum dengan perlindungan yang masih perlu dirundingkan. Misalnya, jaminan bahwa akses sistem tidak langsung diblokir ketika tagihan dipersoalkan bukan hak otomatis hanya karena Anda membeli waralaba. Perlindungan tersebut perlu dirumuskan secara tegas dalam kontrak.
2. Buat jalur pengaduan yang bisa benar-benar digunakan
Minta rancangan kontrak dan seluruh lampiran yang mengatur pengaduan. Telusuri satu contoh sederhana: Anda menerima tagihan yang berbeda dari catatan transaksi gerai. Prosedur yang baik seharusnya memungkinkan Anda menyampaikan keberatan tanpa langsung masuk ke proses hukum berbiaya besar.
Periksa sedikitnya lima unsur berikut:
- Penerima pemberitahuan: jabatan, alamat, dan surat elektronik resmi yang berwenang menerima keberatan.
- Bentuk pemberitahuan: apakah surat elektronik cukup atau harus disertai surat fisik.
- Awal perhitungan waktu: sejak pengiriman, penerimaan, atau konfirmasi tertentu.
- Tahap eskalasi: kapan persoalan beralih dari petugas operasional kepada pengambil keputusan.
- Batas musyawarah: kapan para pihak boleh melanjutkan ke mediasi atau forum akhir.
Hindari prosedur yang bergantung sepenuhnya pada persetujuan pihak yang sedang diadukan. Contohnya, musyawarah dinyatakan selesai hanya setelah pemberi waralaba menerbitkan surat penutupan, tanpa batas waktu. Posisi seperti itu bisa membuat keberatan menggantung.
Usulkan tenggat yang realistis dan kewajiban memberikan jawaban tertulis. Angka tenggat merupakan bahan negosiasi, bukan ketentuan seragam untuk semua waralaba. Pastikan pula perubahan alamat pemberitahuan wajib diberitahukan kepada pihak lainnya.
3. Hitung biaya dan konsekuensi forum akhir
Pilihan forum memengaruhi ongkos, waktu, serta kemampuan Anda menghadiri proses. Jangan berhenti pada pertanyaan apakah forum tersebut sah; tanyakan juga apakah Anda mampu menggunakannya ketika nilai sengketa relatif kecil.
Apabila memilih pengadilan, minta penjelasan tentang pengadilan yang disepakati dan dasar kewenangannya. Apabila memilih arbitrase, pastikan nama lembaga, aturan acara, tempat arbitrase, bahasa, dan mekanisme penunjukan arbiter tidak kabur. Hindari rumusan yang seolah-olah menyerahkan sengketa yang sama sekaligus kepada pengadilan dan arbitrase tanpa pembagian yang jelas.
Minta penasihat hukum membantu menyusun perkiraan biaya berdasarkan aturan atau tarif yang berlaku, bukan tebakan. Pertimbangkan biaya pendaftaran, arbiter atau mediator, pendampingan hukum, perjalanan, penerjemahan, serta waktu Anda meninggalkan gerai. Periksa juga bagaimana kontrak mengatur pembebanan biaya kepada para pihak.
Putusan arbitrase bersifat final dan mengikat; jalur keberatan tidak sama dengan banding atas putusan pengadilan. Jangan menerima penjelasan bahwa arbitrase selalu lebih murah atau selalu lebih cepat. Kelayakannya bergantung pada prosedur, kompleksitas perkara, dan kebutuhan Anda.
4. Lindungi bukti dan kelangsungan gerai selama sengketa
Hak mengajukan keberatan kurang berguna jika bukti transaksi hanya tersimpan dalam sistem yang sewaktu-waktu tidak dapat Anda akses. Sebelum membeli, pastikan ada pengaturan akses dan pengunduhan catatan gerai yang relevan, dengan tetap menjaga kerahasiaan serta perlindungan data pribadi.
Rundingkan cara memperlakukan kewajiban selama sengketa berlangsung. Misalnya, kontrak dapat membedakan jumlah tagihan yang diakui dengan bagian yang sedang dipersoalkan. Jangan menganggap pengajuan keberatan otomatis menangguhkan pembayaran atau membolehkan Anda berhenti memenuhi kewajiban lain.
Bahas pula pemberitahuan dan kesempatan memperbaiki dugaan pelanggaran sebelum tindakan pembatasan diambil. Untuk keadaan mendesak, seperti risiko keselamatan, kontrak dapat mengatur pengecualian yang jelas dan proporsional. Tujuannya bukan menghapus kendali mutu, melainkan mencegah sanksi yang tidak transparan.
Simpan kontrak bertanda tangan, lampiran, korespondensi, tagihan, dan kronologi kejadian secara teratur. Uji rancangan klausul dengan satu simulasi perselisihan bersama penasihat hukum independen.
Langkah praktis: sebelum membayar, pastikan Anda dapat menjelaskan jalur keberatan, batas waktunya, forum akhirnya, dan biaya yang mungkin timbul. Jika salah satunya belum jelas, minta perbaikan tertulis sebelum menandatangani.
Sumber
- PP No. 35 Tahun 2024
- Panduan Beli Waralaba, Tata Cara Hingga Akad Fikih Biar Gak ...
- Definisi Waralaba | JDIH Kementerian Keuangan
- Perjanjian Franchise (Waralaba) dan Distribusi Barang Legal
- Peran Notaris Dalam Perjanjian Waralaba...
- 26 BAB III GAMBARAN UMUM TENTANG WARALABA A. ...
- [PDF] pelaksanaan perjanjian serta perlindungan hukum praktek - Neliti
- Peran Notaris Dalam Perjanjian Waralaba... (Rifki Ardhianto)



