Beli Waralaba: Pastikan Hak Memperbaiki Pelanggaran
Periksa cara pelanggaran dinilai, tenggat perbaikan, dan sanksinya agar kesalahan operasional tidak langsung mengancam kelangsungan gerai.
Diterbitkan

Sebelum membeli waralaba, jangan hanya membaca standar operasional. Periksa juga apa yang terjadi ketika gerai dianggap melanggarnya. Kesalahan pencatatan, kebersihan yang kurang, atau keterlambatan laporan bisa memiliki akibat berbeda. Dalam komunitas waralaba yang sehat, standar perlu dijaga melalui penilaian yang jelas dan kesempatan perbaikan yang terukur. Karena itu, calon penerima waralaba perlu menelaah mekanisme pemberitahuan, pembuktian, perbaikan, dan penjatuhan sanksi sebelum menandatangani kontrak.
1. Bedakan kewajiban hukum dan perlindungan kontraktual
Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba merupakan kerangka pengaturan waralaba di Indonesia yang menggantikan PP Nomor 42 Tahun 2007. PP ini mengatur bahwa perjanjian waralaba dibuat oleh para pihak yang mempunyai kedudukan hukum setara dan berlaku hukum Indonesia.
Pemberi waralaba juga harus menyampaikan prospektus penawaran kepada calon penerima waralaba paling lambat 14 hari kalender sebelum penandatanganan perjanjian. Gunakan kesempatan sebelum penandatanganan untuk meminta rancangan kontrak beserta dokumen standar operasional yang akan mengikat gerai.
Namun, jangan menganggap ketentuan tersebut otomatis memberikan tenggat perbaikan tertentu untuk setiap pelanggaran. Kesempatan memperbaiki pelanggaran harus diperiksa secara khusus dalam kontrak, termasuk pengecualian dan akibat jika perbaikan belum diterima.
Secara umum, perjanjian juga tunduk pada ketentuan KUHPerdata. Pasal 1320 mengatur syarat sah perjanjian, termasuk kesepakatan dan kecakapan para pihak. Keabsahan kontrak tidak berarti setiap klausulnya sudah menguntungkan pembeli. Mintalah penasihat hukum menilai klausul sanksi yang luas atau tidak jelas sebelum Anda menyetujuinya.
2. Pastikan pelanggaran memiliki ukuran yang jelas
Kalimat seperti “penerima wajib menjaga reputasi merek” penting, tetapi terlalu umum jika digunakan sendirian sebagai dasar sanksi. Mintalah penjelasan tentang tindakan yang dianggap melanggar, cara pemeriksaannya, dan bukti yang digunakan.
Susun daftar pemeriksaan berikut ketika membaca rancangan kontrak:
- Standar yang berlaku: apakah kewajiban tercantum dalam kontrak, lampiran, atau pedoman operasional yang bisa Anda pelajari?
- Metode pemeriksaan: apakah penilaian menggunakan daftar pemeriksaan, foto, catatan transaksi, atau pengujian tertentu?
- Pihak yang menilai: siapa yang berwenang menetapkan temuan dan menyetujui hasil perbaikan?
- Kategori pelanggaran: apakah kesalahan administratif dibedakan dari masalah keselamatan atau tindakan curang?
- Pelanggaran berulang: bagaimana pengulangan dihitung dan kapan catatan pelanggaran dianggap selesai?
Sebagai contoh, laporan stok yang terlambat tidak semestinya diperlakukan secara otomatis sama dengan penjualan produk yang membahayakan pelanggan. Ini merupakan prinsip proporsionalitas yang perlu Anda usulkan dalam negosiasi, bukan jaminan bahwa setiap merek wajib memakai kategori yang sama.
Tanyakan pula bagaimana perubahan standar diberitahukan. Penerima perlu mengetahui versi pedoman yang berlaku agar tidak dinilai menggunakan persyaratan yang belum pernah diterimanya.
3. Rundingkan proses pemberitahuan dan perbaikan
Hak memperbaiki pelanggaran menjadi sulit digunakan jika pemberitahuan tidak jelas atau tenggat mulai berjalan sebelum surat diterima. Usulkan proses tertulis yang menjelaskan tahapan berikut.
Pertama, pemberitahuan temuan. Pemberitahuan sebaiknya memuat kewajiban yang dilanggar, bukti, tindakan yang diminta, serta kemungkinan sanksi. Tetapkan alamat surat elektronik atau saluran resmi agar pesan tidak hanya disampaikan melalui percakapan informal dengan petugas lapangan.
Kedua, kesempatan memberikan penjelasan. Anda perlu dapat mengoreksi kekeliruan faktual, misalnya ketika keterlambatan laporan sebenarnya disebabkan gangguan sistem pusat. Tentukan siapa yang menerima tanggapan dan bagaimana tanggapan tersebut dicatat.
Ketiga, tenggat yang sesuai dengan masalah. Pembetulan dokumen berbeda dari perbaikan fasilitas yang memerlukan teknisi. Rundingkan dasar penentuan waktu, titik awal penghitungannya, serta prosedur meminta perpanjangan ketika ada hambatan yang dapat dibuktikan.
Keempat, verifikasi penyelesaian. Tentukan bukti perbaikan yang diterima dan kapan pemberi waralaba harus meninjaunya. Mintalah konfirmasi tertulis bahwa temuan sudah ditutup agar masalah yang selesai tidak terus dihitung sebagai pelanggaran terbuka.
Untuk risiko keselamatan atau dugaan kecurangan serius, tindakan sementara mungkin diperlukan segera. Kontrak tetap perlu menjelaskan alasan, cakupan, peninjauan, dan syarat pencabutannya. Jangan menyamakan penghentian sementara demi keselamatan dengan pemutusan hubungan secara permanen.
4. Uji dampak sanksi terhadap kas gerai
Sanksi tidak selalu berupa denda. Penangguhan pasokan, penghentian akses sistem, atau pembatasan kegiatan gerai dapat menghambat penjualan meskipun sewa dan gaji tetap harus dibayar.
Buat simulasi sederhana berdasarkan pengeluaran gerai sendiri. Jika operasional dibatasi, berapa lama kas tersedia dapat membayar biaya tetap? Apakah royalti minimum atau pembayaran lain tetap berjalan? Siapa menanggung biaya pemeriksaan ulang? Jangan memakai asumsi bahwa semua biaya otomatis berhenti ketika gerai tidak beroperasi.
Selanjutnya, tanyakan apakah beberapa sanksi dapat dijatuhkan bersamaan atas satu kejadian. Periksa pula apakah keberatan terhadap temuan menunda sanksi atau tidak. Jawabannya harus ditemukan dalam ketentuan tertulis, bukan hanya penjelasan tenaga penjualan.
Sebelum menandatangani, bawa satu contoh pelanggaran ringan dan satu contoh serius kepada pemberi waralaba. Minta mereka menjelaskan prosesnya dari temuan sampai penutupan, lalu cocokkan dengan kontrak.
Intinya: pastikan Anda mengetahui apa yang dianggap salah, bagaimana membantah temuan yang keliru, berapa kesempatan memperbaikinya, dan kapan sanksi berakhir. Janji “nanti dibicarakan” bukan pengganti prosedur tertulis.
Sumber
- [PDF] KEBIJAKAN WARALABA - JDIH Kementerian Perdagangan
- Menimbang
- PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
- PERJANJIAN WARALABA DAN PERSAINGAN USAHA
- Panduan Beli Waralaba, Tata Cara Hingga Akad Fikih Biar ...
- regulation of the government of the republic of indonesia
- BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA - peraturan.go.id
- Jurnal Lex Suprema



