Mixue Siapkan Rantai Dingin, Perluas Gudang ke Medan
Mixue menargetkan penerapan rantai dingin mulai Desember 2026 pada 12 toko, setelah membuka gudang ketiga di Medan.
Diterbitkan

Mixue Indonesia menyiapkan penerapan teknologi rantai dingin mulai Desember 2026, dengan tahap awal melibatkan 12 toko. Rencana ini menyertai perluasan jaringan distribusi melalui gudang ketiga di Medan, sebagai bagian dari pengembangan bisnis yang diarahkan untuk menjaga kualitas bahan baku dan menekan biaya operasional mitra.
Rantai dingin dimulai dari 12 toko
Menurut laporan Media Indonesia pada 29 September 2026, Mixue memperkenalkan sejumlah investasi dan pengembangan bisnis dalam rangkaian Franchise Meet Up Day di Medan pada Agustus dan Jakarta pada September 2026. Pertemuan tersebut diikuti mitra lama serta calon mitra dari berbagai wilayah Indonesia.
Salah satu rencana yang disampaikan adalah penggunaan teknologi rantai dingin. Dalam sistem ini, buah segar yang telah dipanen akan langsung dibekukan, kemudian didistribusikan ke Indonesia. Tujuannya menjaga kualitas bahan baku sekaligus memungkinkan pengembangan olahan buah asli dengan cita rasa yang lebih segar.
Penerapannya ditargetkan mulai Desember 2026 dengan melibatkan 12 toko pada tahap awal. Angka tersebut merupakan cakupan awal yang direncanakan, bukan jumlah gerai yang sudah menggunakan teknologi itu. Laporan tersebut belum merinci lokasi toko peserta maupun jadwal perluasan penerapan setelah tahap pertama.
Mixue berharap produk berbasis buah dapat menambah daya tarik bagi konsumen, mendorong frekuensi pembelian, dan memperluas peluang penjualan gerai mitra. Harapan tersebut masih berupa tujuan pengembangan produk, bukan hasil peningkatan penjualan yang telah dilaporkan. Bagi komunitas waralaba, pembedaan antara target dan hasil ini penting ketika menilai manfaat investasi baru.
Gudang Medan menambah jaringan distribusi
Di sisi distribusi, Mixue membuka gudang ketiga di Medan pada 1 Agustus 2026. Sebelumnya, perusahaan memiliki dua gudang di Cikarang dan Sidoarjo untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku di wilayah Indonesia bagian barat dan timur.
Penambahan gudang tersebut menjadi bagian dari penguatan infrastruktur distribusi perusahaan. Langkah ini berjalan beriringan dengan rencana rantai dingin: keduanya menempatkan ketersediaan dan kualitas bahan baku sebagai unsur penting dalam pengembangan jaringan gerai.
Mixue juga menyediakan fasilitas gratis ongkos kirim untuk pembelian bahan baku bagi mitra di Pulau Jawa, sesuai ketentuan yang berlaku. Cakupan wilayah ini perlu diperhatikan. Informasi yang tersedia tidak menyebutkan bahwa fasilitas serupa otomatis berlaku bagi seluruh mitra di luar Jawa setelah gudang Medan dibuka.
Bagi calon mitra, keberadaan gudang dan fasilitas pengiriman sebaiknya diperiksa secara terpisah. Pertanyaan praktisnya mencakup gudang yang melayani lokasi toko, ketentuan pemesanan, serta biaya pengiriman yang tetap harus ditanggung. Laporan tersebut tidak menyertakan angka penghematan distribusi per gerai, sehingga dampaknya terhadap biaya masing-masing toko belum dapat dihitung dari informasi yang dipublikasikan.
Pembaruan gerai dan program pembukaan toko
Selain memperkuat pasokan, Mixue memperkenalkan konsep toko baru dengan tampilan lebih modern dan premium. Desainnya memadukan cokelat terang dan putih, dengan tujuan menciptakan suasana yang lebih bersih, hangat, dan nyaman.
Biaya renovasi konsep baru itu ditawarkan mulai kisaran Rp100 jutaan, bergantung pada kondisi serta kebutuhan tiap lokasi. Angka tersebut merupakan kisaran awal untuk renovasi, bukan keterangan mengenai total modal yang diperlukan untuk membuka usaha. Calon mitra perlu meminta rincian pekerjaan dan komponen biaya sebelum menjadikannya dasar anggaran.
Mixue juga menawarkan program pembukaan usaha yang berlaku pada 1 Agustus hingga 31 Oktober 2026. Program tersebut disebut memberikan total manfaat dan potensi penghematan hingga Rp350 juta, mencakup pembebasan biaya manajemen dan pelatihan serta berbagai dukungan operasional dan promosi.
Penyebutan “hingga” menunjukkan batas atas penawaran, bukan manfaat seragam yang pasti diterima setiap mitra. Nilai itu juga tidak dinyatakan sebagai pembayaran tunai. Karena itu, rincian kelayakan, periode fasilitas, dan bentuk dukungan perlu dikonfirmasi melalui dokumen penawaran perusahaan.
Menilai dukungan dari kebutuhan operasional
Rangkaian Franchise Meet Up Day di kedua kota turut diwarnai sejumlah penandatanganan komitmen pembukaan toko pada hari yang sama. Namun, laporan yang tersedia tidak mencantumkan jumlah komitmen maupun jadwal realisasi pembukaan gerainya. Komitmen tersebut belum dapat diperlakukan sebagai tambahan toko yang sudah beroperasi.
Bagi komunitas waralaba Indonesia, pengumuman Mixue ini memperlihatkan beberapa bentuk dukungan yang dapat diperiksa calon mitra: pengadaan bahan baku, distribusi, pembaruan gerai, dan fasilitas awal usaha. Masing-masing memiliki jadwal, cakupan, serta ketentuan berbeda sehingga tidak sebaiknya dinilai sebagai satu paket manfaat yang otomatis berlaku di semua lokasi.
Langkah praktisnya: minta rincian tertulis mengenai layanan gudang, ongkos kirim, biaya renovasi, dan syarat program sebelum menyusun proyeksi usaha. Untuk rencana rantai dingin, pastikan pula apakah gerai termasuk dalam tahap awal penerapan, tanpa mengasumsikan kenaikan penjualan sebelum tersedia hasil pelaksanaannya.



