Berita

FLEI 2026 Digelar 9–11 Oktober di NICE PIK 2

FLEI Business Show 2026 akan menghadirkan ratusan merek di NICE PIK 2, membuka ruang pertemuan dan penjajakan kemitraan komunitas waralaba.

Diterbitkan

FLEI 2026 Digelar 9–11 Oktober di NICE PIK 2

FLEI Business Show 2026 akan digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) PIK 2. Pameran waralaba dan lisensi edisi ke-27 ini akan menghadirkan ratusan merek sebagai ajang pertemuan bisnis dan pengembangan jejaring bagi komunitas waralaba. Bagi calon mitra, agenda tersebut menjadi kesempatan untuk membandingkan penawaran sekaligus mengenali pihak di balik sebuah konsep usaha.

Pertemuan bisnis menjadi fokus pameran

Menurut pemberitaan ANTARA pada 16 September 2026, FLEI Business Show 2026 disiapkan sebagai ajang temu bisnis dan koneksi. Media Indonesia pada tanggal yang sama menyebut Panorama Media sebagai penyelenggara, dengan lokasi dan jadwal yang juga diberitakan Kontan pada 17 September 2026.

Kehadiran ratusan merek menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Namun, jumlah peserta sebaiknya dipahami sebagai keluasan pilihan untuk ditelusuri, bukan ukuran bahwa seluruh penawaran sesuai dengan kebutuhan setiap pengunjung. Bagi komunitas waralaba, nilai sebuah pertemuan terletak pada kecocokan antara konsep usaha, kemampuan calon mitra, dan dukungan yang dapat dijelaskan oleh pemilik merek.

Karena itu, kunjungan ke FLEI dapat diarahkan bukan hanya untuk melihat gerai pameran, melainkan juga untuk mengumpulkan bahan penilaian. Calon mitra dapat menyiapkan pertanyaan yang sama bagi beberapa merek agar hasil pembicaraan lebih mudah dibandingkan setelah acara selesai. Pendekatan ini membantu memisahkan ketertarikan awal terhadap sebuah merek dari keputusan investasi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Berlangsung di tengah nilai usaha Rp143 triliun

Agenda FLEI hadir ketika komunitas waralaba Indonesia mencatat nilai usaha yang besar. Dalam laporan ANTARA pada 16 September 2026, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita G. Supit, menyatakan bahwa nilai usaha waralaba di Indonesia telah melampaui Rp143 triliun.

Levita, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Franchise, Networking dan E-Commerce, menyebut pertumbuhan rata-rata sebesar 10–15 persen per tahun. Makanan dan minuman, jasa, serta ritel disebut sebagai penopang utama perkembangan tersebut. Angka yang sama juga dimuat dalam pemberitaan Media Indonesia mengenai pameran ini.

Data itu memberikan konteks bagi penyelenggaraan pertemuan bisnis seperti FLEI: peluang kemitraan dibicarakan dalam komunitas dengan aktivitas usaha yang terus berkembang. Meski demikian, angka tersebut merupakan gambaran keseluruhan, bukan proyeksi pendapatan atau keuntungan sebuah gerai. Pertumbuhan komunitas waralaba tidak dapat langsung diterjemahkan menjadi kepastian hasil bagi setiap mitra.

Bagi pengunjung, pembedaan ini penting saat menilai presentasi merek. Informasi mengenai skala pasar dapat menjadi titik awal diskusi, tetapi penilaian atas sebuah penawaran tetap perlu bertumpu pada data usaha yang relevan dengan konsep, lokasi, dan rencana operasional calon mitra.

Makanan, jasa, dan ritel menjadi bahan penjajakan

Dalam pemberitaan ANTARA lainnya pada 16 September 2026, WALI memperkirakan makanan dan minuman, jasa, serta ritel masih akan menempati posisi teratas dalam komunitas waralaba pada 2027. Levita menyampaikan bahwa makanan dan minuman diperkirakan tetap berada pada peringkat paling tinggi, sejalan dengan kecenderungan tahun-tahun sebelumnya.

Pandangan tersebut merupakan perkiraan WALI, bukan hasil yang sudah terjadi. Bagi calon pengunjung FLEI, perkiraan itu dapat dipakai sebagai konteks untuk menyusun daftar konsep usaha yang ingin dipelajari. Namun, pilihan tidak perlu semata-mata mengikuti kategori yang diperkirakan paling menonjol.

Sebagai langkah penilaian, calon mitra sebaiknya mempertimbangkan kesesuaian usaha dengan pengalaman, waktu pengelolaan, dan kemampuan modalnya. Pertanyaan mengenai kebutuhan tenaga kerja, pasokan, pelatihan, serta pembagian tanggung jawab dapat membantu memperjelas bentuk kemitraan. Jawaban dari masing-masing merek kemudian perlu diperiksa kembali melalui dokumen pendukung, bukan hanya diingat dari percakapan singkat di pameran.

Menyiapkan kunjungan yang menghasilkan tindak lanjut

Dengan jadwal tiga hari, FLEI menawarkan ruang untuk pertemuan awal dan penjajakan koneksi. Pengunjung sebaiknya menetapkan tujuan sebelum datang: mencari konsep usaha, membandingkan beberapa penawaran, atau memperdalam pembicaraan dengan merek tertentu. Tujuan yang jelas membantu menjaga fokus saat menghadapi banyak pilihan.

Untuk kebutuhan investasi, siapkan daftar informasi yang ingin diminta, seperti rincian biaya, kewajiban para pihak, dukungan operasional, dan ketentuan perjanjian. Mintalah penjelasan tertulis untuk hal-hal yang akan memengaruhi keputusan. Jika informasi belum lengkap, jadikan pertemuan di pameran sebagai awal proses pemeriksaan, bukan batas waktu untuk mengambil keputusan.

Langkah praktis: catat jadwal FLEI pada 9–11 Oktober 2026 di NICE PIK 2, siapkan daftar pertanyaan, dan bandingkan dokumen penawaran setelah kunjungan. Manfaatkan pertemuan komunitas waralaba ini untuk membangun koneksi yang relevan, lalu lanjutkan hanya setelah informasi utama terverifikasi.

Sumber

Panduan Gratis

Dapatkan panduan gratis untuk membeli waralaba

Masukkan detail Anda dan kami akan mengirimkan panduan ini melalui email. Anda juga bisa mengunduhnya segera.

Kami menggunakan detail Anda untuk mengirimkan panduan dan memahami minat dalam komunitas waralaba. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Artikel terbaru