Mewaralabakan bisnis Anda

Mengatur Wilayah dalam Perjanjian Waralaba di Indonesia

Tetapkan batas wilayah, aturan pesanan daring, dan prosedur pembukaan gerai agar hubungan dengan mitra waralaba tetap jelas.

Diterbitkan

Mengatur Wilayah dalam Perjanjian Waralaba di Indonesia

Ketika bisnis mulai diwaralabakan, janji “satu mitra untuk satu wilayah” terdengar sederhana. Namun, siapa yang boleh melayani pesanan dari luar wilayah? Bolehkah pemilik merek membuka gerai sendiri di dekat mitra? Dalam komunitas waralaba, ketidakjelasan ini bisa merusak kepercayaan. Karena itu, pengaturan wilayah perlu dirancang sebelum penawaran diberikan, bukan setelah dua gerai berebut pelanggan.

1. Bedakan kewajiban hukum dan pilihan komersial

Rujukan utama adalah Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba, yang menggantikan PP Nomor 42 Tahun 2007. Peraturan ini mengatur penyelenggaraan waralaba, termasuk perjanjian, prospektus penawaran, dan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba atau STPW. Wilayah usaha merupakan salah satu materi yang harus dimuat dalam perjanjian waralaba.

Namun, kewajiban mencantumkan wilayah tidak berarti setiap penerima waralaba otomatis memperoleh hak eksklusif. Luas perlindungan, pengecualian, dan cara pelaksanaannya harus dinyatakan dengan jelas. Jangan mengandalkan ucapan tenaga pemasaran atau peta presentasi yang tidak menjadi bagian dari kesepakatan.

PP 35/2024 juga mewajibkan pemberi waralaba memiliki STPW sebelum membuat perjanjian waralaba. Prospektus penawaran harus disampaikan kepada calon penerima paling lambat 14 hari kalender sebelum penandatanganan. Gunakan masa penelaahan tersebut untuk menjelaskan rancangan wilayah dan seluruh pengecualiannya, bukan menambahkan pembatasan penting pada hari penandatanganan.

Ketentuan kontrak tetap perlu memperhatikan hukum Indonesia, termasuk aturan persaingan usaha yang relevan. Mintalah penasihat hukum menilai pembatasan wilayah atau pelanggan; jangan menganggap semua pembatasan otomatis dibenarkan karena tercantum dalam perjanjian waralaba.

2. Tentukan apa yang sebenarnya dilindungi

Mulailah dengan pertanyaan: apakah perlindungan berlaku terhadap pembukaan gerai, kegiatan pemasaran aktif, atau seluruh transaksi? Ketiganya berbeda. Melarang pembukaan gerai baru di suatu area tidak otomatis melarang pelanggan area tersebut berbelanja di gerai lain.

Pilih bentuk pengaturan yang sesuai dengan pola usaha:

  • Wilayah eksklusif: pemberi memberikan perlindungan tertentu kepada penerima dalam batas yang disepakati. Jelaskan apakah perlindungan juga membatasi gerai milik pemberi sendiri.
  • Wilayah non-eksklusif: penerima beroperasi di lokasi atau area tertentu tanpa jaminan bahwa tidak ada gerai lain.
  • Perlindungan lokasi khusus: pengaturan hanya mencakup tempat tertentu, misalnya satu pusat perbelanjaan, bukan seluruh kecamatan.

Selanjutnya, buat lampiran peta. Cantumkan batas jalan, koordinat, atau batas administratif yang mudah diperiksa. Jika menggunakan radius, tentukan titik pusat dan metode pengukurannya: jarak garis lurus berbeda dari jarak perjalanan kendaraan.

Jangan menetapkan luas wilayah hanya berdasarkan keinginan calon mitra. Tinjau asal pelanggan bisnis yang sudah berjalan, waktu tempuh, kapasitas layanan, dan kemungkinan perluasan. Data ini membantu mencegah pemberian wilayah terlalu luas yang kemudian sulit dilayani.

Lampiran juga sebaiknya menjelaskan perlakuan terhadap perubahan batas administratif. Pemekaran wilayah tidak semestinya mengubah hak komersial secara diam-diam. Tuliskan bahwa perubahan cakupan memerlukan mekanisme yang disepakati.

3. Atur pesanan daring dan saluran khusus

Batas wilayah fisik sering menjadi kabur ketika pelanggan memesan melalui aplikasi. Pisahkan lokasi pelanggan, lokasi pemrosesan pesanan, dan lokasi penyerahan barang. Jangan menjanjikan bahwa semua penjualan kepada penduduk suatu kecamatan pasti menjadi hak gerai di sana jika sistem pemesanan tidak mampu menjalankannya.

Uji rancangan perjanjian dengan beberapa situasi nyata:

  • Pelanggan dalam wilayah mitra memilih mengambil pesanan di gerai lain.
  • Platform pengantaran menampilkan dua gerai dengan jangkauan yang tumpang tindih.
  • Kantor pusat menerima pesanan perusahaan untuk pengiriman ke beberapa wilayah.
  • Pemberi ingin membuka gerai sementara dalam sebuah acara di area mitra.

Untuk setiap situasi, tentukan siapa menerima pesanan, siapa memenuhi pesanan, dan siapa menangani keluhan. Jika ada pembagian pendapatan, jelaskan dasar perhitungan dan pencatatannya dalam kesepakatan terkait.

Saluran khusus seperti penjualan melalui pasar daring, katering, gerai bergerak, dan lokasi transit perlu dibahas secara terbuka. Pengecualian yang terlalu luas dapat membuat janji eksklusivitas kehilangan makna. Sebaliknya, perlindungan mutlak yang tidak realistis bisa menghambat pelayanan pelanggan.

4. Siapkan prosedur perubahan dan penyelesaian keberatan

Wilayah yang tepat saat pembukaan belum tentu tetap tepat ketika pola kunjungan berubah. Meski demikian, hindari klausul yang memungkinkan pemberi mengurangi wilayah sepihak tanpa alasan dan proses yang jelas.

Jika perlindungan dikaitkan dengan kinerja, gunakan ukuran yang dapat diperiksa dan berada dalam kendali wajar penerima. Jelaskan sumber data, periode evaluasi, kesempatan memperbaiki kinerja, serta dampak keadaan seperti penutupan akses jalan. Target penjualan bukan jaminan keuntungan.

Sebelum menyetujui gerai baru, lakukan pemeriksaan terhadap seluruh lampiran wilayah yang masih berlaku. Tetapkan penanggung jawab untuk memeriksa potensi benturan dan menyimpan hasil penilaian. Jika diperlukan persetujuan mitra, dapatkan secara tertulis sebelum komitmen lokasi dibuat.

Sediakan jalur keberatan: pemberitahuan tertulis, pertukaran data, pertemuan penyelesaian, lalu mekanisme sengketa sesuai perjanjian. Setiap perubahan wilayah harus didokumentasikan dan ditinjau konsekuensi hukumnya.

Langkah praktis: sebelum menawarkan wilayah pertama, siapkan satu peta, satu daftar saluran penjualan, dan beberapa simulasi benturan pesanan. Pastikan calon mitra dan tim pusat memahami hasil yang sama sebelum menandatangani perjanjian.

Sumber

Panduan Gratis

Dapatkan panduan gratis untuk mewaralabakan bisnis Anda

Masukkan detail Anda dan kami akan mengirimkan panduan ini melalui email. Anda juga bisa mengunduhnya segera.

Kami menggunakan detail Anda untuk mengirimkan panduan dan memahami minat dalam komunitas waralaba. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Artikel terbaru