Mewaralabakan bisnis Anda

Mengatur Pengakhiran Perjanjian Waralaba di Indonesia

Siapkan aturan pengakhiran waralaba yang jelas, dari kesempatan memperbaiki pelanggaran hingga penanganan merek dan pelanggan.

Diterbitkan

Mengatur Pengakhiran Perjanjian Waralaba di Indonesia

Sebelum mewaralabakan bisnis yang sudah berjalan, pemilik usaha perlu merancang bukan hanya cara memulai kerja sama, tetapi juga cara mengakhirinya. Aturan keluar yang jelas membantu melindungi pelanggan, menjaga merek, dan mengurangi sengketa. Dalam komunitas waralaba, pembahasan ini bukan tanda ketidakpercayaan: justru menjadi dasar hubungan yang lebih terbuka sejak awal.

1. Bedakan berakhirnya masa kontrak dan pemutusan

Jangan menggunakan satu klausul singkat untuk semua keadaan. Perjanjian yang habis masa berlakunya berbeda dengan perjanjian yang dihentikan karena pelanggaran. Pengakhiran atas kesepakatan bersama juga membutuhkan prosedur tersendiri.

Petakan setidaknya tiga jalur berikut:

  • Masa berlaku berakhir: tentukan kapan para pihak membahas perpanjangan, bagaimana pemberitahuan disampaikan, serta apa yang terjadi jika tidak ada kesepakatan baru.
  • Pengakhiran bersama: dokumentasikan tanggal efektif, penyelesaian kewajiban, dan pembagian tanggung jawab selama masa transisi.
  • Pemutusan karena pelanggaran: jelaskan pelanggaran pemicu, bukti yang diperlukan, pemberitahuan, serta kesempatan perbaikan jika sesuai dengan sifat pelanggarannya.

Dasar hukum utama yang perlu digunakan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba, yang mencabut PP Nomor 42 Tahun 2007. PP ini mengatur penyelenggaraan waralaba berdasarkan perjanjian dengan kedudukan hukum para pihak yang setara dan berlakunya hukum Indonesia. Tata cara perpanjangan, pengakhiran, dan pemutusan perjanjian termasuk materi yang harus diatur.

Karena itu, jangan menyalin contoh kontrak lama tanpa pemeriksaan. Minta penasihat hukum memastikan rumusannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan keadaan bisnis Anda.

2. Buat mekanisme pelanggaran yang dapat dijalankan

Frasa seperti “merugikan merek” terlalu luas jika tidak disertai ukuran dan prosedur. Tim operasional membutuhkan dasar yang cukup jelas untuk membedakan kelalaian administratif, penyimpangan mutu, dan tindakan yang membahayakan pelanggan.

Sebagai rancangan komersial, kelompokkan pelanggaran menurut dampaknya. Keterlambatan laporan penjualan mungkin dapat diperbaiki melalui pemberitahuan tertulis. Pelanggaran keselamatan dapat membutuhkan penghentian sementara kegiatan tertentu sambil dilakukan pemeriksaan. Tindakan penanganan sementara tersebut perlu dibedakan dari pemutusan hubungan secara permanen.

Untuk setiap kelompok, tentukan:

  1. Siapa yang berwenang melakukan pemeriksaan dan menerima tanggapan mitra.
  2. Bukti apa yang digunakan, misalnya laporan pemeriksaan, catatan transaksi, atau dokumentasi produk.
  3. Bagaimana pemberitahuan dikirim dan kapan dianggap diterima.
  4. Berapa lama kesempatan perbaikan yang disepakati, jika diberikan.
  5. Bagaimana hasil perbaikan diverifikasi dan keputusan dicatat.

Jangka waktu perbaikan harus disesuaikan dengan risiko dan kelayakan tindakan. Jangan menyebut angka pilihan bisnis sebagai tenggat yang diwajibkan undang-undang.

Atur juga kewajiban pemberi waralaba. Jika pasokan atau akses sistem terganggu akibat kesalahan pusat, perjanjian perlu menyediakan jalur pengaduan dan penyelesaian. Mekanisme yang hanya menghukum mitra dapat memperbesar konflik dan mengabaikan penyebab sebenarnya.

3. Susun rencana transisi untuk gerai dan pelanggan

Tanggal berakhirnya kontrak bukan akhir seluruh pekerjaan. Tanpa rencana transisi, gerai bisa berhenti memakai merek tetapi masih menerima pesanan melalui akun lama. Pelanggan kemudian tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab.

Siapkan lampiran transisi yang setidaknya mencakup empat kelompok pekerjaan.

Merek dan identitas gerai. Tentukan kapan papan nama, seragam, kemasan, materi promosi, serta tampilan digital harus berhenti digunakan. Jelaskan siapa yang memeriksa pelaksanaannya dan bagaimana bukti penyelesaian disimpan.

Persediaan dan peralatan. Bedakan barang milik mitra, barang sewaan, dan barang milik pemberi waralaba. Jika ada pembelian kembali stok, tuliskan syarat kelayakan, cara penilaian, biaya pengangkutan, dan waktu pembayaran. Jangan menjanjikan pembelian kembali tanpa kemampuan pendanaan.

Pesanan dan kewajiban pelanggan. Tentukan penanggung jawab pesanan yang belum selesai, uang muka, keluhan, garansi, serta voucher yang masih berlaku. Komunikasi kepada pelanggan harus menjelaskan tempat memperoleh bantuan, bukan sekadar mengumumkan penutupan.

Sistem dan informasi. Petakan akses kasir, akun pemesanan, surel, serta dokumen rahasia. Pengembalian atau penghapusan data pelanggan perlu memperhatikan kewajiban penyimpanan yang sah dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Jangan menganggap seluruh data otomatis boleh dipindahkan kepada pusat.

4. Uji klausul sebelum menawarkan waralaba

Gunakan satu simulasi sederhana: mitra memutuskan tidak memperpanjang kontrak ketika masih memiliki stok, pesanan terbuka, dan tagihan yang belum disepakati. Minta tim operasional, keuangan, dan hukum menjelaskan pekerjaan masing-masing berdasarkan rancangan perjanjian.

Jika jawabannya bergantung pada “nanti dibicarakan”, klausulnya belum cukup operasional. Buat daftar penutupan yang memuat penanggung jawab, tenggat yang disepakati, dokumen serah terima, serta mekanisme penyelesaian selisih perhitungan. Tetapkan pula jalur penyelesaian sengketa yang konsisten dengan perjanjian.

Pembahasan aturan keluar harus dilakukan sebelum tanda tangan, bukan disisipkan ketika hubungan memburuk. PP 35/2024 mewajibkan prospektus penawaran disampaikan paling lambat 14 hari kalender sebelum penandatanganan perjanjian. Pemberi waralaba juga wajib memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba atau STPW sebelum membuat perjanjian waralaba. Jangan menganggap pembahasan kontrak menggantikan kewajiban tersebut.

Langkah praktis: sebelum merekrut mitra, selesaikan satu lampiran transisi dan uji dengan skenario penutupan gerai. Aturan keluar yang dapat dilaksanakan membantu komunitas waralaba menjaga kepercayaan, bahkan ketika kerja sama harus berakhir.

Sumber

Panduan Gratis

Dapatkan panduan gratis untuk mewaralabakan bisnis Anda

Masukkan detail Anda dan kami akan mengirimkan panduan ini melalui email. Anda juga bisa mengunduhnya segera.

Kami menggunakan detail Anda untuk mengirimkan panduan dan memahami minat dalam komunitas waralaba. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Artikel terbaru