Mewaralabakan bisnis Anda

Menyiapkan Bukti Keuntungan Sebelum Mewaralabakan Bisnis

Siapkan bukti keuntungan sesuai PP 35/2024, rapikan laporan keuangan, dan bedakan laba historis dari proyeksi calon mitra.

Diterbitkan

Menyiapkan Bukti Keuntungan Sebelum Mewaralabakan Bisnis

Gerai yang ramai belum tentu menghasilkan keuntungan yang dapat dibuktikan. Sebelum membawa bisnis Anda ke komunitas waralaba, pastikan catatan keuangan mampu menjelaskan asal pendapatan, kelengkapan biaya, dan laba yang benar-benar dihasilkan. Persiapan ini bukan sekadar urusan administrasi: calon mitra membutuhkan dasar yang masuk akal untuk menilai usaha, sementara pemilik perlu mengetahui apakah keuntungan selama ini bergantung pada pengorbanan pribadi yang tidak terlihat dalam pembukuan.

1. Pahami syarat pembuktian keuntungan yang berlaku

Rujukan utama adalah Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba, yang menggantikan PP Nomor 42 Tahun 2007. Karena itu, jangan mengandalkan panduan lama yang hanya menyebut riwayat usaha atau keuntungan selama dua tahun.

PP 35/2024 menetapkan bahwa kriteria bisnis sudah memberikan keuntungan dibuktikan dengan:

  • Kegiatan usaha yang diwaralabakan telah berlangsung paling sedikit tiga tahun berturut-turut.
  • Laporan keuangan dua tahun terakhir yang menunjukkan keuntungan dan telah diaudit oleh akuntan publik dengan opini wajar tanpa pengecualian.

Kewajiban audit tersebut dikecualikan bagi pemberi waralaba berskala usaha mikro dan kecil. Pengecualian audit bukan berarti bebas dari kebutuhan membuktikan keuntungan atau riwayat kegiatan usaha. Pastikan klasifikasi skala usaha Anda benar menurut ketentuan yang berlaku, bukan sekadar berdasarkan anggapan bahwa jumlah gerai masih sedikit.

Pembuktian keuntungan juga bukan satu-satunya syarat. PP tersebut mensyaratkan sistem bisnis, kekayaan intelektual yang tercatat atau terdaftar, serta dukungan berkesinambungan. Panduan ini berfokus pada bukti keuangan; kelulusan pemeriksaan keuangan tidak otomatis membuat seluruh persyaratan waralaba terpenuhi.

2. Bangun berkas bukti dari transaksi, bukan perkiraan

Mulailah dengan menentukan usaha dan entitas yang akan menjadi pemberi waralaba. Jika satu perusahaan menjalankan beberapa merek atau kegiatan, laporan gabungan saja dapat menyulitkan penelusuran hasil bisnis yang hendak diwaralabakan. Siapkan rincian pendukung per kegiatan dan per gerai tanpa menggantikannya dengan laporan yang seolah-olah berasal dari entitas berbeda.

Kumpulkan dokumen berikut secara teratur:

  • Catatan penjualan dari kasir, rekening bank, dan penyedia pembayaran.
  • Faktur pembelian, catatan persediaan, serta hasil penghitungan stok.
  • Daftar gaji, pembayaran sewa, utilitas, dan biaya pemasaran.
  • Daftar aset, penyusutan, utang, piutang, dan kewajiban pajak.
  • Bukti kegiatan usaha selama periode yang relevan, seperti transaksi penjualan dan pembelian yang berkesinambungan.

Lakukan rekonsiliasi bulanan: cocokkan penjualan tercatat dengan penerimaan, lalu jelaskan perbedaannya. Pencairan dari aplikasi penjualan, misalnya, dapat sudah dipotong komisi dan baru masuk pada bulan berikutnya. Jangan langsung memperlakukan seluruh uang masuk sebagai pendapatan bulan berjalan.

Pisahkan uang pribadi dari uang usaha. Setoran pemilik bukan penjualan, sedangkan penarikan pribadi tidak selalu merupakan beban operasional. Minta akuntan membantu klasifikasi transaksi agar laba tidak berubah hanya karena perlakuan pembukuan yang tidak konsisten.

3. Pisahkan laba tercatat dari analisis penyesuaian

Laporan keuangan historis harus menggambarkan transaksi sebenarnya. Namun, untuk menilai kelayakan pengembangan, Anda juga perlu mengetahui apakah hasil usaha ditopang kondisi yang belum tentu tersedia bagi calon mitra.

Contohnya, pemilik bekerja penuh waktu tanpa menerima gaji, gerai memakai bangunan keluarga tanpa sewa, atau pemasok memberi diskon khusus sementara. Bisnis mungkin mencatat keuntungan, tetapi biaya menjalankan gerai oleh pihak lain bisa berbeda.

Buat analisis terpisah yang memperlihatkan:

  1. Hasil sesuai laporan keuangan historis.
  2. Kondisi khusus yang memengaruhi hasil tersebut.
  3. Perkiraan dampak jika tenaga pemilik diganti pegawai atau lokasi harus disewa secara komersial.

Jelaskan dasar setiap perkiraan. Gunakan penawaran sewa yang relevan atau kisaran penggajian yang dapat ditelusuri, bukan angka yang dipilih untuk menghasilkan laba menarik. Hindari mengubah laporan historis agar terlihat seperti simulasi gerai mitra.

Pisahkan pula laba dari arus kas. Usaha yang membukukan keuntungan tetap dapat kekurangan uang karena persediaan menumpuk, piutang belum tertagih, atau pembayaran utang jatuh tempo. Catat kebutuhan modal kerja supaya pemilik tidak salah menilai kesiapan keuangan untuk mengembangkan komunitas waralaba.

4. Selesaikan pemeriksaan sebelum menawarkan angka

Tunjuk penanggung jawab pembukuan dan susun daftar kekurangan dokumen. Jika audit diwajibkan, libatkan akuntan publik sejak tahap persiapan, bukan setelah tanggal penandatanganan dengan calon mitra ditentukan. Opini audit tidak boleh diasumsikan akan diperoleh sebelum pemeriksaan selesai.

PP 35/2024 mewajibkan laporan keuangan dua tahun terakhir menjadi bagian dari prospektus penawaran waralaba. Prospektus harus disampaikan kepada calon penerima waralaba paling lambat 14 hari kalender sebelum penandatanganan perjanjian. Pemberi waralaba juga wajib memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba atau STPW sebelum membuat perjanjian waralaba.

Pastikan angka dalam presentasi penawaran dapat ditelusuri ke laporan atau analisis yang jelas. Beri label tegas pada proyeksi, ungkapkan asumsi utamanya, dan jangan menyajikan keuntungan historis sebagai jaminan hasil calon mitra.

Langkah praktis: sebelum membuka penawaran, periksa tiga hal bersama akuntan: bukti riwayat usaha, laporan keuntungan dua tahun terakhir, dan kebutuhan audit. Jika salah satunya belum siap, tutup kekurangannya terlebih dahulu—jangan menggantinya dengan janji penjualan.

Sumber

Panduan Gratis

Dapatkan panduan gratis untuk mewaralabakan bisnis Anda

Masukkan detail Anda dan kami akan mengirimkan panduan ini melalui email. Anda juga bisa mengunduhnya segera.

Kami menggunakan detail Anda untuk mengirimkan panduan dan memahami minat dalam komunitas waralaba. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Artikel terbaru