Artotel Kelola Empat Hotel U Stay, Target Tambah 50 Hotel
Artotel Group mengambil alih pengelolaan empat properti U Stay. U Stay menargetkan tambahan hingga 50 hotel dalam tiga tahun.
Diterbitkan

Artotel Group dan U Stay Group menjalin kerja sama pengelolaan empat hotel di Jakarta dan Bali melalui Hotel Management Agreement (HMA). Kesepakatan ini disertai target U Stay untuk menambah hingga 50 hotel atau sekitar 5.000 kamar dalam tiga tahun, sebagaimana dilaporkan Event Guide pada 28 September 2026.
Empat properti masuk jaringan Artotel
Perjanjian pengelolaan tersebut ditandatangani di Jakarta pada 7 September 2026. Melalui kesepakatan ini, Artotel Group mengelola seluruh properti U Stay yang saat ini terdiri dari empat hotel. Keempatnya masuk dalam kategori koleksi merek “by ARTOTEL” di jaringan Artotel Group.
Nama properti yang tercantum dalam laporan tersebut adalah:
- U Stay by ARTOTEL – Mangga Besar;
- U Stay by ARTOTEL – Asem Baris;
- U Stay Style Batik by ARTOTEL – Jakarta;
- U Stay Aqilah Villa by ARTOTEL – Bali.
Dengan demikian, tiga properti berada di Jakarta dan satu properti berada di Bali. Penggunaan identitas “by ARTOTEL” menjadi bagian yang terlihat dari masuknya hotel-hotel tersebut ke jaringan pengelolaan Artotel.
Perkembangan ini perlu dibaca sebagai penggabungan empat properti yang sudah dimiliki U Stay ke dalam jaringan pengelolaan Artotel, bukan pengumuman pembukaan empat hotel baru. Laporan yang tersedia menjelaskan perubahan pengelolaan dan identitas merek, tanpa menyebut tanggal pembukaan baru untuk masing-masing properti.
U Stay Group sendiri telah hadir dalam bisnis perhotelan Indonesia sejak 2017. Kerja sama ini mempertemukan portofolio U Stay di dua wilayah dengan operator yang memiliki jaringan merek dan lokasi lebih luas.
Target tiga tahun masih berupa rencana ekspansi
Pendiri U Stay Group, Nofel Saleh Hilabi, menyampaikan bahwa perusahaan memiliki arah pengembangan untuk tiga tahun ke depan. Sasaran yang disebutkan adalah tambahan hingga 50 hotel atau sekitar 5.000 kamar.
Angka tersebut merupakan target pengembangan, bukan jumlah properti yang sudah masuk ke dalam pengelolaan Artotel melalui perjanjian September ini. Portofolio yang secara jelas disebut telah bergabung tetap empat hotel di Jakarta dan Bali.
Pembedaan antara jumlah properti saat ini dan target ekspansi penting agar skala kesepakatan tidak terbaca berlebihan. Kata “hingga” juga menunjukkan batas sasaran yang disampaikan perusahaan, bukan kepastian bahwa seluruh jumlah tersebut akan terealisasi dalam periode yang sama.
Laporan Event Guide tidak merinci daftar lokasi untuk tambahan hotel, tahapan pembukaan, kebutuhan investasi, maupun jumlah kamar pada masing-masing proyek. Karena itu, belum ada dasar untuk menyimpulkan kota mana yang akan menjadi prioritas atau bagaimana urutan pengembangannya.
Bagi pembaca komunitas waralaba, kabar ini memperlihatkan rencana perluasan jaringan melalui kerja sama pengelolaan. Namun, sasaran jangka menengah tersebut tetap perlu dipisahkan dari pelaksanaan yang sudah diumumkan dan dapat diidentifikasi propertinya.
Hubungan Artotel dengan merek waralaba hotel
Artotel Group merupakan operator hotel Indonesia yang mengintegrasikan empat unit bisnis: penginapan, makanan dan minuman, pengelolaan acara, serta produk pilihan. Masing-masing berada di bawah kelompok kegiatan Stay, Dine, Play, dan Shop.
Portofolio mereknya mencakup ARTOTEL, ARTOTEL Suites, ARTOTEL Casa, ARTOTEL Collections, dan ROOMS INC. Lokasi jaringan yang disebut dalam laporan meliputi Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Batam, Bali, dan Magelang.
Keterkaitan Artotel dengan komunitas waralaba juga terdapat dalam kemitraan strategisnya bersama Louvre Group di Indonesia. Artotel mengelola dan mengembangkan merek waralaba KYRIAD, GOLDEN TULIP, serta ROYAL TULIP.
Dalam laporan tersebut, jaringan KYRIAD disebut hadir antara lain di Jakarta, Tangerang, Cepu, dan Lampung. GOLDEN TULIP memiliki lokasi antara lain di Bali, Malang, Makassar, Pontianak, Balikpapan, dan Belitung, sedangkan ROYAL TULIP disebut berada di Bali.
Meski demikian, hubungan Artotel dengan merek-merek waralaba tersebut tidak otomatis menjadikan kesepakatan U Stay sebagai perjanjian waralaba. Bentuk dokumen yang diberitakan untuk kerja sama terbaru ini secara khusus adalah HMA, yakni perjanjian pengelolaan hotel.
Memahami bentuk kerja sama sebelum menilai peluang
Bagi komunitas waralaba Indonesia, hal paling penting dari pengumuman ini adalah kejelasan antara merek, pengelola, properti yang sudah bergabung, dan rencana penambahan jaringan. Keempat unsur tersebut saling berkaitan, tetapi bukan informasi yang dapat dipertukarkan.
Penambahan identitas “by ARTOTEL” pada hotel U Stay menunjukkan masuknya properti ke koleksi merek dalam jaringan Artotel. Sementara itu, target tambahan hingga 50 hotel menjelaskan ambisi U Stay untuk periode berikutnya. Pengumuman ini belum memuat penawaran investasi atau persyaratan kemitraan bagi calon mitra individual.
Inti praktis: sebelum menilai peluang kerja sama, pastikan bentuk perjanjiannya, identifikasi properti yang benar-benar sudah bergabung, dan minta rincian pelaksanaan ekspansi. Jangan menyamakan target jumlah hotel dengan realisasi pembukaan ataupun menganggap setiap kerja sama pengelolaan sebagai waralaba.



